Kementerian Pertahanan RI menyelenggarakan Presidential Future Leaders Program (PFLP) bagi 400 pegawai BUMN di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, pada Rabu (20/5/2026), untuk membentuk karakter kepemimpinan, disiplin, dan nasionalisme. Pendidikan dasar militer ini ditujukan sebagai pembekalan awal sebelum peserta bertugas secara penuh.
Program pembinaan karakter ini dijadwalkan berlangsung selama total sembilan bulan, seperti dilansir dari Nasional. Sebanyak 400 peserta yang lolos seleksi batch pertama tersebut terdiri atas 272 pria dan 128 perempuan yang direkrut pada tahun 2024 dan 2025.
Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto menegaskan pentingnya pendidikan dasar militer dalam membangun karakter para peserta. Menurutnya, program ini dirancang khusus untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi calon pemimpin tersebut.
"Jadi, pendidikan dasar militer itu akan diberikan kepada mereka karena itu sangat baik untuk membina karakter," kata Donny.
Latihan baris-berbaris menjadi salah satu instrumen untuk menanamkan jiwa kepemimpinan sekaligus kemampuan mengikuti arahan pimpinan. Nilai-nilai tersebut dipandang sangat krusial saat peserta nanti harus bekerja di dalam struktur organisasi.
"Itu merupakan salah satu pembekalan kepada mereka yang nantinya akan sangat bermanfaat suatu saat dia menjadi pimpinan, bisa memimpin rekan-rekannya, ataupun kalau dia punya pimpinan dia akan loyal kepada pimpinannya," ungkap Donny.
Masyarakat diminta tidak memandang negatif program ini karena fokus utamanya adalah pembentukan mental, bukan mencetak prajurit militer baru. Upaya bela negara ini juga disebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Pasal 27.
"Kalau kita lihat Undang-Undang kita, Undang-Undang Dasar Pasal 27, Bela Negara itu adalah kewajiban kepada semua warga negara. Jadi semua warga negara itu wajib dan berhak dalam upaya Bela Negara. Salah satunya melalui dengan pendidikan seperti ini," jelas Donny.
Kodiklat TNI dipilih menjadi lokasi pembinaan selama tiga bulan pertama karena kesiapan fasilitas serta tenaga pengajarnya. Para pelatih diyakini mampu menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan daya juang yang tinggi kepada seluruh peserta.
"Mereka (Kodiklat TNI) punya pelatih-pelatih dan pengasuh-pengasuh yang saya yakin bisa menempa atau membina karakter mereka sesuai dengan apa yang kami harapkan," jelas Donny.
Setelah fase awal selesai, para pegawai BUMN ini akan melanjutkan pendidikan manajerial selama empat bulan di Danantara Corporate University. Materi yang diberikan mencakup pengambilan keputusan hingga pemahaman terkait keamanan siber.
"Jadi saya rasa sangat lengkap yang akan mereka terima nantinya. Banyak nanti pengajar-pengajar baik dalam negeri dan luar negeri akan kita datangkan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka," ucap Donny.
Memasuki dua bulan terakhir dari rangkaian program, seluruh peserta dijadwalkan mengikuti proses magang di berbagai kementerian, lembaga pemerintahan, maupun BUMN. Pemerintah memproyeksikan para peserta sebagai investasi SDM jangka panjang untuk masa depan bangsa.
"Mereka adalah tunas bangsa yang harus kita berdayakan, kita berian pendidikan dan latihan sehingga nantinya investasi kita ini bisa untuk Indonesia di masa depan," jelas Donny.