Kemenhaj Siagakan Ratusan Petugas Kawal Jemaah Haji di Mina

Kemenhaj Siagakan Ratusan Petugas Kawal Jemaah Haji di Mina
Foto: Ilustrasi Kemenhaj Siagakan Ratusan Petugas Kawal Jemaah Haji di Mina.

Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia mengerahkan pendampingan intensif dengan menyiagakan ratusan petugas di wilayah Mina pada Rabu (27/5/2026). Langkah ini dilakukan guna mengawal jemaah haji asal Indonesia dalam melaksanakan lontar jumrah Aqabah serta hari-hari Tasyrik, seperti dilansir dari Detikcom.

Penempatan personel tersebut berfokus pada titik-titik krusial demi memastikan kelancaran pelayanan bagi seluruh jemaah. Otoritas terkait membagi penugasan secara merata ke dalam beberapa wilayah kerja di lapangan.

"Untuk memastikan bahwa layanan berjalan optimal, sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina. Para petugas ini kemudian ditempatkan di tenda-tenda jemaah serta di sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat hingga ke Masjidil Haram," ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Kemenhaj.

Pihak kementerian mengelompokkan para petugas ke dalam beberapa satuan khusus. Setiap satuan memiliki tanggung jawab mengawasi sejumlah kawasan pemukiman jemaah selama berada di Mina.

"Petugas haji tersebut dibagi ke dalam 10 satuan ad hoc, yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 maktab atau kawasan pondok jemaah di Mina," imbuh Maria Assegaff.

Selain kesiapan petugas, Kemenhaj memberikan apresiasi atas kelancaran mobilisasi jemaah haji Indonesia selama melewati fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan pergerakan massa tersebut.

"Keberhasilan pergerakan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh Petugas Haji Indonesia, Otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan dari seluruh jemaah dalam mengikuti berbagai arahan selama Fase Armuzna," kata Maria Assegaff.

Kemenhaj secara khusus menyoroti perilaku para jemaah asal Indonesia di lapangan. Tingkat ketertiban yang tinggi dari jemaah membuat manajemen waktu pergerakan dapat terealisasi dengan baik.

"Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan Bapak-Ibu sekalian, ketertiban, dan kepatuhan serta mengikuti seluruh arahan petugas selama rangkaian Puncak Ibadah Haji berlangsung," tutur Maria Assegaff.

Manajemen pergerakan dari satu titik ke titik berikutnya dinilai berjalan kondusif berkat kepatuhan tersebut. Jemaah mampu mengikuti ritme mobilisasi yang telah dijadwalkan oleh petugas.

"Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan dari Arafah kemudian Muzdalifah bahkan hingga ke Mina, sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," sambung Maria Assegaff.

Kendati demikian, fase di Mina dinilai memiliki tantangan fisik yang berat sehingga membutuhkan kepedulian sosial yang tinggi. Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk saling menjaga satu sama lain selama menjalani mabit dan melontar jumrah.

"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk terus menjaga kekompakan, semangat, dan kebersamaan tentunya, serta kepedulian satu sama lain. Kami mohon mari saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga menjadi nilai penting dalam perjalanan ibadah ini," imbuh Maria Assegaff.

Masyarakat haji Indonesia juga diminta langsung tanggap jika menemui sesama jemaah yang mengalami kesulitan atau kelelahan di jalur ibadah. Koordinasi cepat dengan petugas lapangan sangat disarankan.

"Jika melihat jemaah yang tampak kelelahan, kebingungan, maupun membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk membantu atau segera melaporkan kepada petugas terdekat," tegas Maria Assegaff.

Sikap tolong-menolong antarjemaah ditegaskan bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari upaya menyempurnakan ibadah haji. Solidaritas ini diharapkan mempermudah seluruh jemaah menyelesaikan rukun Islam kelima.

"Karena gotong royong atau ukhuwah di Tanah Suci adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk bisa mewujudkan ibadah haji yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan," pungkas Maria Assegaff.

Artikel terkait

Rekomendasi