Musrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI, KH Abdullah Kafabihi Machrus Ali, mengingatkan jemaah haji di Mekah untuk menjauhi sejumlah perkara yang dapat merusak pahala saat pelaksanaan wukuf di Arafah, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Langkah antisipasi tersebut dinilai krusial agar ibadah yang ditunaikan jemaah berjalan secara maksimal. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati guna meraih kesempurnaan ibadah di padang Arafah.
"Ada suatu perkara-perkara yang bisa merusak pahala, seperti misalnya riya, pamer supaya ibadahnya bisa dialem (dipamerkan) sama orang. Kemudian sifat ujub atau merasa dirinya hebat, punya kemampuan, itu ujub. Terus sifat sombong, takabur. Itu merupakan sifat al-muhlikat ya, sifat yang merusak pahala," kata Kiai Kafabihi di Mekah.
Penanaman ketulusan dan keikhlasan di dalam hati setiap jemaah menjadi fokus utama yang ditekankan olehnya. Jemaah haji juga diimbau untuk selalu menjaga prasangka baik selama menjalani prosesi ibadah tersebut.
ÔÇ£Kita harus husnudzon kepada Allah, jangan sampai kita suudzon atau berprasangka buruk kepada Allah," lanjut Kiai Kafabihi.
Selain menjaga kebersihan hati, imbauan juga diberikan agar jemaah haji bijak dalam menggunakan teknologi. Kiai Kafabihi meminta jemaah menghindari penggunaan telepon seluler atau gawai saat prosesi wukuf berlangsung.
Momentum sakral pada Yaumul Arafah (9 Dzulhijjah) terjadi antara pukul 12.00 siang hingga datangnya waktu Maghrib, di mana tempat dan waktu menyatu dalam kemustajaban. Durasi emas tersebut diharapkan dapat dioptimalkan jemaah dengan memperbanyak doa, zikir, serta selawat.
"Kalau di Indonesia kan waktu yang mustajab itu malam hari. Kalau di Tanah Suci (saat wukuf di Arafah) adalah waktu yang mustajab dan tempat yang mustajab," jelas Kiai Kafabihi.
Kesempatan langka ini diharapkan menjadi momen penting bagi jemaah untuk memanjatkan doa-doa terbaik mereka di Tanah Suci.
"Gunakan untuk berdoa sebaik mungkin untuk mendoakan keluarga, diri sendiri, pemimpin, dan negara kita supaya semuanya menjadi lebih baik," kata Kiai Kafabihi.