Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau jemaah haji Indonesia agar tidak berlebihan membeli oleh-oleh di Madinah, Arab Saudi, guna menjaga kelancaran proses ibadah. Peringatan ini dikeluarkan pada Selasa (28/4/2026) menyusul adanya tren peningkatan aktivitas belanja jemaah yang baru tiba.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff menjelaskan bahwa pemantauan di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme jemaah dalam berbelanja di wilayah tersebut. Lonjakan ini menjadi perhatian serius otoritas haji demi kenyamanan mobilisasi jemaah ke titik ibadah selanjutnya, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Kami juga memantau kondisi terakhir kami melihat adanya peningkatan aktivitas berbelanja di wilayah Madinah," ucap Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Pihak kementerian menekankan bahwa jemaah masih harus menempuh perjalanan menuju Mekkah untuk melaksanakan inti ibadah haji. Membawa barang bawaan berlebih sejak dari Madinah dinilai dapat menghambat pergerakan individu maupun kelompok.
"Perlu diingat potensi berbelanja juga masih terdapat di Kota Mekkah, sementara kapasitas bagasi sangat terbatas dan pengiriman kargo pun juga tidak selalu mudah," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Maria mengingatkan agar konsentrasi utama jemaah tetap tertuju pada rangkaian ibadah wajib yang akan datang. Pengendalian diri dalam mengonsumsi barang belanjaan sangat diperlukan agar tidak terjadi kendala pada manajemen bagasi pesawat saat kepulangan nanti.
"Maka dari itu kendalikan diri dalam berbelanja, berbelanjalah dengan bijak, utamakan kebutuhan dan fokus pada kelancaran ibadah," ucap Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Berdasarkan data operasional pada hari kedelapan, sebanyak 40.796 jemaah yang terbagi dalam 104 kloter telah diterbangkan dari tanah air. Sementara itu, jumlah jemaah yang telah mencapai Madinah tercatat sebanyak 36.483 orang dari total 93 kloter.