Fase puncak ibadah haji dimulai dengan pendorongan seluruh jemaah haji Indonesia yang berada di Mekah menuju Arafah secara bertahap dalam tiga gelombang perjalanan pada Minggu (24/5), dilansir dari Media Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan optimalisasi seluruh persiapan layanan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna menyambut kedatangan para jemaah tersebut.
Pemberangkatan menuju Arafah dijadwalkal dalam tiga waktu utama, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi, sementara Satuan Tugas Arafah bergerak sejak pukul 07.00 waktu setempat untuk pengecekan akhir fasilitas.
"Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Koordinasi erat terus dilakukan bersama otoritas Arab Saudi dan PPIH untuk mengamankan fase Armuzna yang merupakan tahapan paling padat.
"Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk," tambah Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Jemaah diimbau membawa barang esensial saja seperti dokumen, obat-obatan, serta perlengkapan ibadah, sekaligus menjaga kondisi fisik dengan istirahat dan hidrasi yang cukup.
"Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama," tegas Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 202.551 jemaah dan 2.098 petugas yang tergabung dalam 527 kloter telah mendarat seluruhnya di Makkah.