Kemenhaj Berangkatkan 74.652 Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci

Kemenhaj Berangkatkan 74.652 Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci
Foto: Ilustrasi Kemenhaj Berangkatkan 74.652 Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 74.652 jemaah haji asal Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Sabtu (2/5/2026) pada masa operasional hari ke-13. Dilansir dari Cahaya, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap di bawah pengawasan petugas.

Data operasional menunjukkan sebanyak 192 kelompok terbang telah bertolak ke Arab Saudi dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas pendamping. Dari jumlah tersebut, tercatat 184 kloter yang membawa 71.362 jemaah telah tiba di Madinah, sementara 14.503 jemaah dari 36 kloter sudah memasuki Kota Makkah.

Proses mobilisasi jemaah dari Madinah ke Makkah dilaksanakan secara terkoordinasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan. Jemaah yang telah tiba di Makkah segera melaksanakan ibadah umrah wajib sebagai persiapan menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, memberikan penegasan mengenai stabilitas jalannya operasional haji di lapangan selama hampir dua pekan ini.

"Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Pihak kementerian juga memberikan atensi khusus pada fasilitas pendukung bagi para jemaah yang memiliki keterbatasan fisik maupun usia.

"Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Terkait kondisi lingkungan di Makkah, Maria mengingatkan para jemaah untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang saat ini sedang melanda Arab Saudi.

"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas," tegas Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Layanan kesehatan mencatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan, sementara 117 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan 141 orang ke Rumah Sakit Arab Saudi. Selain itu, dilaporkan sebanyak tujuh jemaah wafat akibat serangan jantung dan radang paru-paru, yang seluruhnya akan mendapatkan hak badal haji dari pemerintah.

Guna menunjang mobilitas di Makkah, pemerintah menyediakan 452 unit Bus Sholawat yang melayani 21 rute menuju Masjidil Haram selama 24 jam. Sebanyak 52 unit di antaranya merupakan bus hidrolik khusus untuk membantu jemaah lansia dan penyandang disabilitas dalam menjalankan ibadah secara mandiri.

Artikel terkait

Rekomendasi