Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) memperketat pengawasan terhadap praktik haji nonprosedural serta memberikan imbauan kesehatan bagi jemaah di Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji. Berdasarkan data hingga Minggu (10/5/2026), sebanyak 125.000 jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Langkah proteksi ini melibatkan pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural yang terdiri dari Kemenhaj, Kementerian Imigrasi, Pemasyarakatan, serta Bareskrim Polri. Satgas tersebut bertugas menindak tegas penggunaan visa tidak sah yang berisiko tinggi terhadap keselamatan jemaah.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh tergiur oleh tawaran berhaji tanpa visa haji resmi karena melanggar aturan hukum yang berlaku. Pengawasan ini menjadi prioritas utama guna memastikan seluruh jemaah menjalani ibadah melalui jalur legal.
Selain masalah prosedural, Kemenhaj memberikan perhatian serius pada kondisi cuaca di Arab Saudi yang mencapai suhu 38 hingga 42 derajat Celsius. Jemaah diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga pola makan demi menjaga stamina fisik.
Layanan kesehatan dari Kemenhaj kini bersiaga selama 24 jam untuk memberikan perawatan medis. Koordinasi intensif juga difokuskan pada perlindungan jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit komorbid yang membutuhkan pendampingan khusus dari petugas di lapangan.
Disiplin ibadah juga ditekankan bagi jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Kemenhaj mewajibkan penggunaan kain ihram sejak dari embarkasi sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan teknis untuk kelancaran pelaksanaan rangkaian ibadah.
Hingga Sabtu (9/5/2026), tercatat tiga jemaah Indonesia tutup usia, sehingga total jemaah yang wafat di Arab Saudi mencapai 23 orang. Kemenhaj menyatakan duka cita mendalam dan memastikan pemberian dukungan penuh bagi keluarga jemaah yang ditinggalkan.
"Haji bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tetapi bagaimana ibadah ini dijalankan dengan tertib, aman, dan bermartabat," ujar Ichsan Marsha, Juru Bicara Kemenhaj.
Pemerintah terus memantau kesiapan jemaah dalam menghadapi puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan ketertiban aturan.