Kemenhag Laporkan 248.586 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi

Kemenhag Laporkan 248.586 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi
Foto: Ilustrasi Kemenhag Laporkan 248.586 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umroh melaporkan sebanyak 248.586 jemaah haji reguler dan khusus asal Indonesia telah tiba di Arab Saudi hingga Senin (18/5/2026) untuk menjalani rangkaian ibadah haji. Kedatangan ini terbagi melalui pergerakan gelombang pertama dari Madinah ke Makkah serta gelombang kedua melalui Jeddah, di samping kedatangan jemaah haji khusus.

Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah saat ini masih terus berlangsung secara bertahap, dilansir dari Nasional. Data terkini mencatat sebanyak 455 kloter yang terdiri dari 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah sampai di Makkah. Sementara itu, kedatangan jemaah haji gelombang II melalui Jalur Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah mencatat 190 kloter dengan total 72.904 jemaah dan 759 petugas.

Pemerintah juga mengonfirmasi kedatangan jemaah haji khusus yang dipantau secara terus-menerus. Hingga kini, tercatat 12.180 jemaah haji khusus sudah mendarat di Arab Saudi dan mulai melaksanakan rangkaian ibadah sesuai dengan jadwal resmi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh Maria Assegaff menyampaikan perkembangan kelancaran fase operasional haji ini dalam sebuah konferensi pers pada Senin (18/5/2026).

"Alhamdulillah bahwa hari ini kita telah masuki hari ke-28 Masa Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji. Secara umum, seluruh layanan haji Indonesia mulai dari pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, kemudian akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga pembina ibadah berjalan dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh.

Terkait jadwal pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Maria Assegaff memaparkan bahwa momentum tersebut akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Zulhijjah 1447 Hijriah. Fase krusial ini dinilai menuntut kesiapan fisik, mental, sekaligus spiritual yang prima dari seluruh anggota jemaah.

Suhu udara yang cukup tinggi di luar hotel pada siang hari membuat pihak kementerian mengeluarkan imbauan tegas agar jemaah senantiasa menjaga kondisi kesehatan tubuh dan menghindari aktivitas fisik yang berlebihan.

"Utamakan ibadah wajib, perbanyak istirahat, makan dengan tepat waktu, cukup minum air putih, dan tentunya juga segera melapor kepada petugas apabila mengalami keluhan-keluhan kesehatan," tandas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh.

Artikel terkait

Rekomendasi