Materi khutbah Idul Adha 2026 dari Kemenag Jabar menyoroti pentingnya ketahanan keluarga. Khutbah ini mengaitkan nilai ibadah kurban dengan upaya pencegahan stunting dan pengentasan kemiskinan di masyarakat.
Dilansir dari Detikcom, teks khutbah bertajuk "Hikmah Idul Adha dalam Membina Kelangsungan Keluarga Agar Sehat Serta Terhindar dari Stunting dan Kemiskinan" ini ditulis oleh Abu Cecen A. Khusaeri.
Penyusun naskah mengajak jemaah meneladani kesuksesan Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam membangun keluarga. Prinsip hidup tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam membina masyarakat serta bangsa.
Nabi Ibrahim menjadi teladan karena membangun keluarga yang memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat. Karakter ini terlihat saat Siti Hajar dan Nabi Ismail mampu bertahan di lembah tandus.
Kondisi fisik dan mental yang prima tersebut kemudian mendorong lahirnya kecerdasan intelektual. Hal ini dibuktikan melalui dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang terekam dalam Al-Qur'an.
Islam melarang umatnya meninggalkan generasi yang lemah. Istilah lemah di sini mencakup keterbatasan ekonomi, keimanan, akhlak, ilmu pengetahuan, serta kondisi fisik seperti stunting.
Keluarga Nabi Ibrahim juga dicirikan oleh kesalehan kolektif yang mendukung pelaksanaan perintah Allah SWT. Selain itu, mereka memiliki etos kerja yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Umat Islam diharapkan memiliki semangat kerja keras yang dipadukan dengan kondisi kesehatan optimal. Perpaduan faktor tersebut dipercaya dapat mempercepat penguraian angka kemiskinan di dalam negeri.
Ibadah qurban yang dilaksanakan setiap Idul Adha melatih ketaatan dan kepedulian sosial yang tinggi. Momentum ini menjadi sarana untuk menumbuhkan empati serta membantu masyarakat yang kekurangan.