Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Zulhijah 1447 H, seperti dilansir dari Suara. Melalui langkah tersebut, masyarakat akan segera mengetahui kepastian jadwal perayaan Hari Raya Idul Adha untuk tahun ini.
Pertemuan penting ini dilaksanakan di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag RI yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Agenda resmi tersebut melibatkan unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, serta para pakar falak dan astronomi.
Proses penentuan awal bulan menggunakan dua pendekatan sekaligus, yakni perhitungan astronomi atau metode hisab serta pemantauan lapangan melalui metode rukyat hilal. Langkah ganda ini diterapkan untuk menyatukan data ilmiah dengan verifikasi langsung secara faktual.
"Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad.
Berdasarkan data awal yang dipaparkan, posisi hilal pada saat pelaksanaan sidang isbat secara perhitungan astronomi telah memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS.
Jika merujuk pada kalender Hijriah dan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri, peringatan Idul Adha yang jatuh pada 10 Zulhijah diprediksi bertepatan dengan hari Rabu, 27 Mei 2026.
"Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah," kata Abu Rokhmad.
Pemerintah menerapkan pembagian waktu yang terstruktur untuk seluruh rangkaian kegiatan penentuan ini.
Sesi pertama dimulai pukul 16.30 WIB yang diisi dengan pemaparan seminar mengenai posisi hilal. Tahapan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sidang utama yang bersifat tertutup pada pukul 18.00 WIB.
Hasil keputusan akhir mengenai penetapan 1 Zulhijah 1447 H akan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers resmi yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB.
Masyarakat yang ingin memantau jalannya proses penetapan secara langsung dapat mengakses siaran digital melalui saluran YouTube Bimas Islam TV, akun resmi Kemenag RI, serta media sosial TikTok dan Instagram Bimas Islam.