Kemdiktisaintek Tindak Tegas Segala Bentuk Kecurangan dalam SNBT 2026

Kemdiktisaintek Tindak Tegas Segala Bentuk Kecurangan dalam SNBT 2026
Foto: Ilustrasi Kemdiktisaintek Tindak Tegas Segala Bentuk Kecurangan dalam SNBT 2026.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan sikap tegas untuk tidak menoleransi segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi adanya kelompok yang secara terorganisasi atau by design melakukan kecurangan. Langkah antisipasi dilakukan dengan memanfaatkan basis data foto peserta dari tahun-tahun sebelumnya untuk memverifikasi kecocokan identitas.

ÔÇ£Artinya ada kelompok yang memang mereka by design melakukan proses kecurangan. Orangnya itu-itu saja, sehingga kita punya database banyak foto-foto sebelumnya. Begitu data masuk, kita cocokkan dengan database yang sudah ada,ÔÇØ ujar Brian usai Konferensi Pers Hasil Seleksi Jalur SNBT dan Pengumuman Calon Penerima KIP Kuliah 2026 di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (25/5).

Brian menekankan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam dunia pendidikan. Ia mengimbau kepada orang tua dan peserta agar tidak menghalalkan segala cara demi kelulusan, mengingat pendidikan bertujuan untuk membangun masa depan yang bersih.

ÔÇ£Kita tidak akan menoleransi sekecil apa pun kecurangan yang dilakukan untuk bisa lulus. Marilah kita lakukan ini dengan semangat memenuhi aturan yang ada dan menjaga integritas,ÔÇØ kata Brian.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Panitia SNPMB, Eduart Wolok, menjelaskan bahwa sistem pengawasan tahun ini jauh lebih efektif dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 kecurangan baru terdeteksi di akhir pelaksanaan, pada SNBT 2026 potensi kecurangan sudah bisa ditekan sejak awal.

ÔÇ£Berdasarkan evaluasi 2025, kita sudah bisa menekannya di awal. Terbukti, pihak-pihak yang kita curigai melakukan kecurangan sudah tidak hadir lagi di hari kedua dan seterusnya. Kami sangat bersyukur hal ini bisa dilakukan,ÔÇØ kata Eduart.

Eduart menambahkan, deteksi dini ini tidak hanya mengandalkan data anomali sekitar 2.900 peserta yang sempat dilaporkan, tetapi juga melalui peningkatan pengawasan dan deteksi ketat selama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Ia memastikan bahwa hampir tidak ada kecurangan yang lolos hingga tahap akhir UTBK tahun ini.

Panitia SNPMB 2026 menemukan sejumlah praktik kecurangan pada pelaksanaan hari pertama UTBK-SNBT, termasuk praktik perjokian dan penggunaan alat bantu ujian. Eduart Wolok mengungkapkan bahwa pola kecurangan yang dilakukan peserta masih serupa dengan sebelumnya, yaitu didominasi oleh pemalsuan data.

Data pelaksanaan SNBT 2026 juga menunjukkan bahwa 99 persen tindakan kecurangan menyasar program studi di Fakultas Kedokteran. Pada tahun ini, jumlah pendaftar jalur SNBT mencapai 871.496 peserta, mengalami kenaikan dari tahun 2025 yang mencatatkan 860.976 peserta serta tahun 2024 sebanyak 785.058 peserta.

Artikel terkait

Rekomendasi