Kondisi permukaan jalan di Jembatan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, dikeluhkan oleh sejumlah pengendara motor akibat hasil perbaikan tambal sulam yang tidak merata dan menyebabkan gelombang pada Rabu (29/4/2026). Kerusakan ini dinilai memicu guncangan berbahaya bagi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
Metode penanganan sementara dengan aspal pada beberapa titik justru dianggap tidak memberikan keamanan optimal bagi pengguna jalan. Dilansir dari Megapolitan, pantauan di lokasi menunjukkan adanya lubang-lubang kecil dari retakan beton serta besi struktur yang mencuat ke permukaan jalan.
Nurmansyah (43), salah seorang pengguna jalan, menyatakan bahwa ketidakrataan hasil perbaikan sangat terasa saat kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi. Ia menyayangkan momentum perbaikan yang tidak dimaksimalkan saat kondisi lalu lintas sedang lengang beberapa waktu lalu.
"Hasil tambal sulamnya enggak rata, jadi bergelombang. Itu kalau motor lagi laju lumayan cepat, lumayan juga kalau kena," kata Nurmansyah.
Nurmansyah menilai bahwa periode libur Lebaran seharusnya menjadi waktu yang tepat bagi otoritas terkait untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh tanpa mengganggu arus lalu lintas secara masif.
"Menjelang Lebaran kan sepi. Kalau ada perbaikan jalan secara penuh, dampak macetnya enggak akan signifikan," ungkap Nurmansyah.
Senada dengan hal tersebut, pengendara lainnya bernama Aby (35) mengamati adanya ketidakteraturan dalam proses penambalan jalan. Ia menekankan bahwa sela-sela antarbeton masih ada yang terabaikan sehingga risiko kecelakaan tetap tinggi.
ÔÇ£Masalahnya, penambalannya itu kayak kurang rapi dan justru membuat kondisi jalan bergelombang. Kemudian, saya perhatikan, ini di sela-sela antar beton di jalan itu masih ada yang belum ditambal, jadi masih bisa bahaya,ÔÇØ jelas Aby.
Aby berharap pemerintah melakukan pengecoran beton ulang di area jembatan tersebut mengingat beban kendaraan berat seperti truk sering melintas di jalur Marunda.
"Ya, kepenginnya dirapiin gitu, biar enggak ada kecelakaan lagi. Bahaya, jalur sini soalnya. Memang seharusnya itu cor dibeton ulang, bukan hanya tambal sulam dengan aspal," tambah Aby.
Berdasarkan data di lapangan, titik kerusakan paling parah terlihat dari arah SMP 244 Jakarta menuju Marunda, dengan kondisi aspal yang terkikis hingga mengekspos struktur besi jembatan. Sementara itu, pada sisi dari arah sebaliknya, permukaan jalan tampak menjorok ke bawah meskipun baru saja dilakukan penambalan.
Hingga berita ini dilaporkan, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Budi Cahyo Wardoyo, belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi mengenai tindak lanjut perbaikan permanen di lokasi tersebut.