Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Insiden tragis ini diduga terjadi akibat keracunan, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Para korban diidentifikasi sebagai warga Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Korban meninggal terdiri dari Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16).
Pihak kerabat masih menunggu kepastian dari otoritas medis mengenai penyebab utama peristiwa ini.
"Kami masih menunggu hasil visum dan otopsi untuk mengungkap penyebab kematian empat orang merupakan satu keluarga itu," ujar Muhamad Faerudin,50, sepupu almarhum Muhamad Ali Munawar.
Aparat kepolisian langsung bergerak untuk melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian. Penyidikan dilakukan guna memastikan segala kemungkinan yang menjadi pemicu kematian para korban.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan meskipun dugaan sementara kematian diduga keracunan makanan, namun hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan.
Penanganan kasus ini melibatkan tim khusus dari kepolisian daerah untuk melakukan pemeriksaan medis secara komprehensif. Jenazah para korban kini berada di fasilitas kesehatan setempat.
Selain penyelidikan dilakukan oleh jajaran Polres Temanggung, lanjut Artanto, polisi juga menurunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan otopsi terhadap jenazah para korban guna memastikan penyebab medis kematian yang dilaksanakan di RSUD Tamanggung.
Tim ahli laboratorium forensik juga diterjunkan ke area glamping untuk mengumpulkan bukti-bukti material. Data dari tempat kejadian kini sedang dalam proses pengujian.
Selain itu, ungkap Artanto, Bidang Labfor Polda Jawa Tengah ikut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya masih dianalisis sebagai bagian dari penyelidikan.
Pihak berwenang menegaskan bahwa kepastian mengenai penyebab kematian serta asal muasal zat beracun baru bisa disimpulkan setelah seluruh rangkaian analisis laboratorium selesai.
"Dari analisis ini akan dapat diketahui penyebabnya, kalau keracunan sumber makanan apa dan dari mana atau sebab lain," tukas dia.