Keluarga Jurnalis Thoudy Badai Serahkan Penanganan ke Pemerintah

Keluarga Jurnalis Thoudy Badai Serahkan Penanganan ke Pemerintah
Foto: Ilustrasi Keluarga Jurnalis Thoudy Badai Serahkan Penanganan ke Pemerintah.

Keluarga jurnalis Thoudy Badai menyerahkan sepenuhnya penanganan kepulangan putra mereka yang ditawan tentara Israel kepada Pemerintah Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan oleh ibu kandung Thoudy Badai, Hani Hanifa Humanisa (56), di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (19/5/2026).

Dilansir dari Media Indonesia, Thoudy Badai merupakan salah satu dari sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza. Kementerian Luar Negeri melaporkan lima dari sembilan WNI dalam konvoi tersebut telah ditangkap oleh pasukan Israel.

Hani mengonfirmasi bahwa jalinan komunikasi terakhir dengan putranya terjadi saat kapal berada di wilayah perairan internasional. Ketika itu, Thoudy sedang dalam perjalanan laut dari Marmaris menuju Gaza.

"Itu kita masih kontak sampai terakhir kemarin hari Senin jam 02.19 WIB dan dia kirim pesan mengabarkan sudah sampai di perairan internasional yang berarti harusnya sudah aman," ujar Hani Hanifa Humanisa.

Menurut Hani, interaksi dengan putranya selama perjalanan memang berlangsung sangat terbatas. Hubungan telepon atau pesan singkat hanya dilakukan pada momen-momen tertentu saja guna menyesuaikan situasi di lapangan.

"Tidak terlalu sering komunikasi, paling kalau momen-momen tertentu saja. Biasanya kalau tukar shift atau kita tanya kondisi, ya hal-hal teknis seperti makan di mana atau lagi di mana," kata Hani Hanifa Humanisa.

Sebelum keberangkatan misi kemanusiaan tersebut, pihak keluarga ternyata sudah melakukan diskusi mendalam mengenai segala risiko yang berpotensi terjadi. Antisipasi terhadap kemungkinan terburuk di wilayah konflik pun telah dipikirkan sejak awal.

"Kita sudah ngobrol panjang dengan Odi (Thoudy Badai). Saya tanya kondisi secara umum bagaimana, terus risikonya bagaimana, risiko yang paling jeleknya itu bagaimana. Kita sudah tahu kondisi di sana," ujar Hani Hanifa Humanisa.

Kekhawatiran yang mendalam sempat membuat Hani enggan memberikan izin ketika Thoudy mengikuti pelatihan persiapan di Tunisia. Namun, keputusan itu berubah setelah ia melihat keteguhan hati serta kesiapan yang ditunjukkan anaknya.

"Saat itu saya tidak kasih izin karena kekhawatiran yang sangat mendalam. Namun saya melihat ada passion (semangat) Odi sehingga jadi diizinkan," kata Hani Hanifa Humanisa.

Pemberian izin akhir dari pihak keluarga didasari oleh tingkat keyakinan besar yang disampaikan Thoudy untuk terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Kini, pihak keluarga memilih untuk menaruh harapan pada langkah diplomasi negara.

"Kami menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan jajaran terkait, yang kami yakini tengah bekerja melalui jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan dan pemulangan relawan," ucap Hani Hanifa Humanisa.

Saat ini, pihak keluarga di Bandung masih terus memantau perkembangan informasi terbaru mengenai kondisi Thoudy Badai di bawah penahanan Israel. Mereka terus menunggu adanya pemberitahuan serta kabar resmi dari instansi pemerintah terkait.

Artikel terkait

Rekomendasi