Dokter Ingatkan Tiga Kelompok Jemaah Haji Rentan Cuaca Panas Ekstrem

Dokter Ingatkan Tiga Kelompok Jemaah Haji Rentan Cuaca Panas Ekstrem
Foto: Ilustrasi Dokter Ingatkan Tiga Kelompok Jemaah Haji Rentan Cuaca Panas Ekstrem.

Jemaah haji Indonesia menghadapi tantangan cuaca panas ekstrem selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci pada 2026. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Pande Putu Agus Mahendra, Sp.GK, mengidentifikasi tiga kelompok jemaah yang memiliki kerentanan tertinggi terhadap gangguan kesehatan akibat suhu tinggi tersebut.

Kondisi tubuh yang lebih sensitif terhadap fluktuasi suhu dan risiko kekurangan cairan menjadi alasan utama kelompok ini memerlukan perhatian khusus. Dilansir dari Cahaya, peningkatan kewaspadaan serta pengaturan asupan cairan yang stabil sangat krusial untuk menjaga kondisi fisik jemaah tetap bugar.

Pande Putu merinci bahwa jemaah lanjut usia, pengidap penyakit metabolik, serta mereka yang memiliki riwayat gangguan saluran cerna berada dalam risiko paling tinggi. Kelompok-kelompok ini dinilai lebih cepat mengalami dehidrasi yang dapat berdampak pada beban kerja organ vital.

"Ada kelompok jemaah dengan riwayat penyakit metabolik, jemaah usia lansia, serta jemaah dengan riwayat gangguan saluran cerna," kata Pande Putu, Senin.

Lulusan Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini memaparkan bahwa dehidrasi tidak hanya menyebabkan kelelahan, tetapi juga memperberat fungsi ginjal dan memicu peningkatan denyut jantung. Hal ini menjadi peringatan serius bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Gejala awal yang harus diantisipasi meliputi rasa lemah, nyeri kepala, pandangan kabur, hingga mual dan perasaan limbung. Pande Putu menekankan pentingnya konsumsi air secara rutin tanpa harus menunggu munculnya rasa haus, terutama bagi para lansia.

"Usahakan untuk konsumsi cairan sedikit tapi bertahap," ujarnya.

Metode konsumsi air secara bertahap ini diklaim lebih efektif dalam menjaga tingkat hidrasi tubuh di tengah aktivitas fisik yang padat. Selain air mineral, asupan makanan juga memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

"Konsumsi buah-buahan dengan kandungan air yang tinggi, dan konsumsi asupan dengan kuah, sangat membantu menjaga hidrasi tubuh," tambahnya.

Langkah preventif juga disosialisasikan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI melalui imbauan di media sosial untuk mewaspadai cuaca panas ekstrem. Kemenhaj menyarankan penggunaan alat pelindung seperti payung berwarna terang dan memastikan istirahat berkala di tempat yang teduh guna menghindari kelelahan fisik yang berlebihan.

Artikel terkait

Rekomendasi