Sebanyak 51,8 persen masyarakat kelas menengah di Indonesia kini menerapkan kebiasaan memisahkan pengeluaran berdasarkan kebutuhan menggunakan fitur kantong pada layanan perbankan digital. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil Survei Katadata Middle Class Insight (KIMCI) yang dilansir dari Media Indonesia.
Digitalisasi dalam layanan keuangan ini dinilai memberikan dampak yang positif bagi pengelolaan dana individu maupun para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Melakukan edukasi ke UMKM ini saya rasa bagus banget karena di bank digital itu ada tersedia fasilitas fitur kantong-kantong itu sehingga kita jadi tahu kondisi keuangan secara real," ujar Prasasti Piter Abdullah, Direktur Program dan Kebijakan Center of Policy Studies di Jakarta, Jumat (22/5).
Riset KIMCI tersebut juga memetakan tiga kebiasaan utama kelompok kelas menengah dalam mengelola dana harian mereka. Selain membedakan uang untuk tagihan bulanan dan keperluan sehari-hari sebesar 51,8 persen, sebanyak 68 persen masyarakat merencanakan pengeluaran serta pendapatan, dan 44,9 persen lainnya rutin mencatat pengeluaran.
Popularitas fitur pemisahan dana ini juga diperkuat oleh riset terpisah yang menunjukkan bahwa 86 persen masyarakat telah mengenal fitur kantong melalui berbagai penyedia jasa perbankan seperti Bank Jago, BCA, dan Mandiri. Sembilan dari sepuluh pengguna menyatakan fitur ini membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
Peran perbankan digital dianggap sebagai fasilitator yang memperbarui metode pengelolaan uang tradisional masyarakat.
"Sebenarnya bank digital ini lebih ke enabler dari yang amplop-amplop itu menjadi digital," jelas Fadhila Maulida, Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM Indef.
Meskipun teknologi digital memberikan kemudahan akses, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga komitmen personal dalam mengatur alokasi dana.
Ia menekankan agar masyarakat tetap cermat memprioritaskan kebutuhan esensial di atas gaya hidup dalam mengalokasikan pendapatan mereka, demikian peringatan Trioksa Siahaan, Kepala Bidang Riset dan Pengembangan Produk LPPI.