Alvin Lie Sebut Kelaikudaraan Tentukan Keselamatan Pesawat Bukan Usia

Alvin Lie Sebut Kelaikudaraan Tentukan Keselamatan Pesawat Bukan Usia
Foto: Ilustrasi Alvin Lie Sebut Kelaikudaraan Tentukan Keselamatan Pesawat Bukan Usia.

Pengamat aviasi Alvin Lie menyatakan bahwa kelaikudaraan atau airworthiness menjadi faktor penentu utama keselamatan penerbangan dibandingkan usia kalender armada pada Rabu (13/5/2026). Hal ini disampaikan untuk meluruskan persepsi masyarakat yang sering mengaitkan pesawat tua dengan risiko kecelakaan yang lebih tinggi di Indonesia.

Kelaikudaraan merupakan kondisi teknis pesawat yang dipastikan memenuhi standar keamanan melalui rangkaian pengawasan, perawatan, dan inspeksi secara rutin. Dilansir dari Money, kepatuhan terhadap prosedur teknis ini jauh lebih krusial daripada sekadar menghitung lama operasional sebuah pesawat terbang.

"Usia pesawat kerap menjadi tolak ukur masyarakat dalam menilai tingkat keselamatan penerbangan. Namun, dalam industri aviasi, usia kalender pesawat bukanlah faktor utama yang menentukan keandalan maupun tingkat keselamatannya," kata Alvin Lie dalam keterangan resmi.

Alvin memberikan perbandingan bahwa karakteristik operasional pesawat berbeda dengan kendaraan darat pada umumnya. Selama prinsip keselamatan terpenuhi, armada yang berumur puluhan tahun tetap dinyatakan aman untuk mengangkut penumpang di jalur udara.

"Pesawat dengan kendaraan lainnya tidak bisa disamakan. Pesawat yang dalam tanda kutip ÔÇÿtuaÔÇÖ, baik usia 10, 20 ataupun 30 tahun, tetap bisa terjaga dengan tiga prinsip utama," ujar Alvin.

Tiga landasan utama yang dimaksud meliputi prinsip kelaikudaraan dasar, filosofi safe life serta fail safe, dan sistem perawatan berjenjang. Pada tahap perawatan berat seperti D-Check, teknisi akan melakukan pemeriksaan mendalam hingga ke struktur dasar pesawat.

"Dalam proses D-Check, pesawat akan dibongkar secara menyeluruh hingga hanya menyisakan kerangka utama," kata Alvin.

Proses ini mencakup pengecekan terhadap potensi korosi, integritas kabel, hingga saluran pipa guna memastikan fungsi komponen tetap prima. Alvin juga menjelaskan adanya program inspeksi tambahan yang lebih ketat bagi pesawat dengan jam terbang yang sudah sangat tinggi.

"Selain itu, ada juga program khusus untuk pesawat tua. Apabila jam terbang sudah tinggi, maka akan diadakan inspeksi tambahan pada struktur, fatigue testing, juga pencegahan korosi yang lebih ketat," tambah Alvin.

Pakar aviasi ini kembali menekankan bahwa standar operasional tetap menjadi kunci utama keamanan di atas segalanya. Fokus utama maskapai seharusnya terletak pada pemeliharaan komponen yang sesuai dengan regulasi penerbangan internasional.

"Keamanan penerbangan ditentukan oleh kualitas perawatan dan kepatuhan terhadap standar kelaikudaraan, bukan semata-mata oleh usia pesawat," tegas Alvin.

Selain aspek teknis, Alvin mengkritisi kebijakan pemerintah terkait batas usia impor pesawat yang dianggap menghambat pertumbuhan industri nasional. Pembatasan yang terlalu ketat dinilai membuat biaya sewa armada menjadi mahal dan menurunkan daya saing maskapai domestik.

Artikel terkait

Rekomendasi