KEK Industropolis Batang Raih Empat Penghargaan TOP CSR Awards 2026

KEK Industropolis Batang Raih Empat Penghargaan TOP CSR Awards 2026
Foto: Ilustrasi KEK Industropolis Batang Raih Empat Penghargaan TOP CSR Awards 2026.

Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang memperkuat posisinya sebagai kawasan industri berkelanjutan setelah meraih empat penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2026. Seperti diberitakan oleh Media Indonesia, pencapaian ini menjadi bentuk pengakuan atas integrasi program corporate social responsibility (CSR) dan prinsip environmental, social, and governance (ESG) ke dalam strategi bisnis kawasan.

Kawasan industri tersebut berhasil mengamankan predikat TOP CSR Awards 2026 Corporate Level STAR 5. Tidak hanya itu, mereka juga membawa pulang penghargaan khusus berupa Golden Trophy dari ajang yang digelar oleh TopBusiness.id bersama sejumlah lembaga dan pakar independen tersebut.

Apresiasi di tingkat kepemimpinan juga diberikan kepada Direktur Utama Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, AA Putu Ngurah Wirawan, yang dinobatkan sebagai TOP Leader on CSR Commitment 2026. Sementara itu, Kepala Divisi Corporate Secretary, M. Burhan Murtaki, memperoleh penghargaan sebagai TOP CSR Manager 2026.

Keberhasilan ini didorong oleh penerapan strategi ÔÇ£Pentahelix Collaboration: Building a Resilient and Sustainable FutureÔÇØ. Strategi tersebut mengintegrasikan kolaborasi antara sektor industri, pemerintah, dan akademisi demi menciptakan ekosistem kawasan yang inklusif sekaligus berdaya saing tinggi.

M. Burhan Murtaki menjelaskan bahwa pelaksanaan program CSR di kawasan ini sekarang difokuskan sebagai bentuk investasi sosial yang terukur. Melalui metode Social Return on Investment (SROI), alokasi dana CSR terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan sosial secara signifikan.

Menurut data internal, setiap Rp1 dana CSR yang disalurkan mampu memberikan dampak kesejahteraan sosial yang setara dengan Rp3,74. Secara akumulatif, nilai total manfaat sosial yang dihasilkan bagi masyarakat telah menembus angka lebih dari Rp5 miliar.

"Predikat STAR 5 dan Golden Trophy ini adalah buah dari kerja keras kolektif dalam membumikan konsep Pentahelix. Bagi kami, kolaborasi antara industri, pemerintah, dan institusi pendidikan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kunci utama dalam menciptakan ekosistem yang tangguh terhadap perubahan zaman sekaligus mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan secara inklusif," ujarnya.

Sebagai bagian dari penerapan ESG, pengelolaan lingkungan di Green Industrial Park KEK Industropolis Batang diperketat lewat regulasi ramah lingkungan. Salah satu aturan tegas yang berlaku adalah larangan total terhadap penggunaan air tanah bagi semua perusahaan pengisi kawasan.

Para pelaku industri di kawasan ini diwajibkan untuk mengalihkan pemenuhan kebutuhan operasional mereka dengan memanfaatkan air permukaan. Selain itu, setiap tenant harus menerapkan sistem pengelolaan limbah secara terpadu demi menjaga kelestarian sumber daya alam sekitar.

AA Putu Ngurah Wirawan menyatakan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi di kawasan industri tidak boleh mengabaikan aspek sosial. Menurutnya, perkembangan bisnis yang pesat harus berjalan selaras dengan peningkatan taraf hidup warga lokal.

Manajemen menggunakan metode Sustainable Livelihood Approach (SLA) untuk melakukan penguatan ekonomi di area sekitar. Program ini diarahkan khusus untuk membangun kemandirian ekonomi dan sosial di desa-desa penyangga yang berada di sekitar kawasan industri.

"Penghargaan ini menjadi motor penggerak bagi kami untuk terus melangkah lebih jauh. KEK Industropolis Batang berkomitmen penuh untuk membangun hubungan yang harmonis dan bertumbuh bersama masyarakat lokal," katanya.

AA Putu Ngurah Wirawan menerangkan bahwa program bertajuk Industropolis Bright mencakup berbagai sektor vital, mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, lingkungan, hingga pengembangan UMKM. Program ini didesain agar warga setempat menjadi elemen utama yang merasakan dampak positif dari pertumbuhan industri.

Melalui perolehan penghargaan ini, Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang menargetkan posisi sebagai salah satu percontohan kawasan industri hijau di kawasan Asia Tenggara. Fokus utama kawasan ini mencakup keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kontribusi positif terhadap lingkungan serta sosial secara jangka panjang.

Upaya mewujudkan industri berkelanjutan di kawasan ini bukan hal baru, mengingat KEK Industropolis Batang sebelumnya juga telah dianugerahi penghargaan Indonesia Corporate Sustainability (ICS) Award 2025 pada akhir tahun lalu atas komitmen serupa.

Di sisi lain, integrasi dan penyederhanaan tata kelola birokrasi pada berbagai skema wilayah produktif seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) dan KEK terus didorong untuk memastikan kepastian investasi bagi para investor. Langkah integrasi ini dinilai krusial guna mencegah munculnya kompleksitas prosedur yang menghambat bisnis.

Artikel terkait

Rekomendasi