Sejumlah pelancong di media sosial ramai membicarakan Pulau Nuca Molas di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang dinilai memiliki kemiripan visual dengan lokasi film Jurassic Park pada Sabtu (18/4/2026). Destinasi ini menjadi sorotan karena menawarkan lanskap liar berupa perbukitan kering serta garis pantai yang kontras dengan kejernihan air laut.
Kawasan ini dikenal memiliki suasana yang eksotis dan jauh dari hiruk-pikuk pusat keramaian, sehingga memberikan sensasi berbeda bagi para pengunjung. Dilansir dari Detik Travel, pulau tersebut mempertahankan keaslian alamnya dengan minimnya bangunan fisik di sekitar area pesisir maupun perbukitan.
Kreator konten perjalanan, Ammar Naufal, memberikan kesaksian mengenai pengalaman pribadinya saat berkunjung ke pulau yang masih sangat alami tersebut. Ia menilai daya tarik utama tempat ini bukan sekadar pada aspek estetika visual, melainkan pada suasana yang dihasilkan oleh lingkungan sekitarnya.
"Ini bukan cuma soal indah. Vibenya beda, bener-bener kayak dateng langsung ke tempat shooting Jurassic Park, karena tempatnya emang masih alami banget," ujar Ammar.
Keaslian ekosistem di Nuca Molas dianggap menjadi faktor utama munculnya julukan dunia purba oleh para warganet. Ammar berpendapat bahwa minimnya modernisasi di wilayah tersebut justru memperkuat identitas autentik yang sulit ditemukan di destinasi wisata populer lainnya.
"Di sana tuh bukan cuma lihat alam, tapi bikin kita sadar kalau Indonesia ga ada habisnya kalau soal keindahan alamnya," kata Ammar.
Meskipun memiliki potensi keindahan yang besar, Ammar memberikan catatan mengenai kondisi lapangan bagi calon wisatawan yang hendak datang. Karakteristik pulau ini membutuhkan kesiapan fisik karena fasilitas penunjang yang belum selengkap destinasi wisata komersial pada umumnya.
"Aksesnya nggak selalu mudah, panasnya juga lumayan ekstrem. Jadi kalau cari yang nyaman dan serba lengkap, mungkin nggak cocok," jelas Ammar.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan agar ekosistem yang masih asli tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia. Kebersihan menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan oleh setiap pengunjung yang menginjakkan kaki di sana.
"Tempat kayak gini tuh indah karena masih alami. Jadi ya... jangan sampai kita sendiri yang ngerusak," ujar Ammar.
Ammar menyarankan agar para pelancong melakukan riset mendalam terkait karakter lokasi sebelum memutuskan untuk berangkat ke Nuca Molas. Hal ini bertujuan agar para wisatawan dapat menyesuaikan ekspektasi dengan realitas medan yang ada di lapangan.
"Kadang yang bikin kecewa itu bukan tempatnya, tapi ekspektasi kita sendiri," tutup Ammar.