Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad memperpanjang peringatan perjalanan ke Irak dan menginstruksikan seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan negara tersebut pada Senin (20/4). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan rencana serangan dari milisi yang berafiliasi dengan Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat.
Pihak kedutaan mengidentifikasi bahwa kelompok milisi di wilayah utara Irak tengah merencanakan aksi yang menargetkan warga negara AS. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Kompas, ancaman ini dipicu oleh eskalasi ketegangan regional yang melibatkan kekuatan militer di kawasan Timur Tengah.
"Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Pergi sekarang jika Anda berada di sana," tegas pihak Kedubes AS di Baghdad sebagaimana dikutip dari Anadolu pada Senin (20/4).
Pemerintah Amerika Serikat mengklaim adanya keterlibatan otoritas asing dalam mendukung pergerakan kelompok bersenjata tersebut di wilayah Irak. Dukungan yang diberikan mencakup berbagai aspek untuk memperkuat kemampuan operasional kelompok milisi di lapangan.
"Sejumlah elemen yang terasosiasi dengan pemerintah Iran terus memberikan dukungan politik, finansial, dan operasional untuk milisi-milisi teroris ini," tambah perwakilan Kedubes AS di Baghdad.
Kebijakan peringatan perjalanan ini sebenarnya telah diterbitkan secara resmi sejak awal Maret 2026, bertepatan dengan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Iran. Situasi keamanan semakin tidak menentu menjelang berakhirnya masa gencatan senjata yang dijadwalkan pada Rabu (22/4).
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat saat ini berupaya memberikan bantuan logistik bagi warga yang kesulitan melakukan mobilisasi. Bantuan ini difokuskan pada penyediaan armada angkutan bagi warga yang berada di area dengan akses penerbangan terbatas.
"Departemen (Luar Negeri) memfasilitasi penerbangan carter dan akan terus mengamankan kapasitas tambahan sesuai kondisi keamanan," kata pihak Kementerian Luar Negeri AS pada Selasa (21/4).
Selain pesawat khusus, otoritas terkait juga menyediakan fasilitas transportasi darat untuk menjangkau titik-titik evakuasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan warga tetap memiliki jalur keluar meskipun maskapai komersial berhenti beroperasi.
"Jika terdapat opsi penerbangan komersial, Departemen secara aktif membantu warga negara Amerika mengamankan tiket," pungkas perwakilan Kementerian Luar Negeri AS.