Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendang 2 Senori terlibat kecelakaan dengan sepeda motor pasangan suami istri di Jalan Prawirosadir, Desa Leran, Kecamatan Senori, Tuban, pada Selasa (14/4/2026) siang.
Insiden tragis ini mengakibatkan pengendara motor bernama Rahmad (65) dan istrinya mengalami luka-luka setelah ditabrak dari arah depan saat hendak menuju sawah. Dilansir dari Detik Oto, mobil berplat nomor B 9232 SCL tersebut mengalami kerusakan pada bumper depan dan kaca pecah.
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil operasional tersebut melaju dari arah utara dan berupaya mendahului kendaraan lain di lintasan yang menikung. Kondisi jalan yang tidak lurus membuat tabrakan dengan motor dari arah berlawanan tidak terhindarkan.
"Posisi jalan menikung, mobil MBG memaksa hendak menyalip dua kendaraan di depannya. Korban dari arah selatan sudah berada di pinggir jalan, namun tetap tertabrak dari depan," ujar Rofiudin, warga setempat.
Warga di sekitar lokasi sempat tersulut emosi terhadap pengemudi mobil, namun situasi dapat diredam oleh perangkat desa sebelum kedua korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Graha Husada Singgahan.
Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC), Sony Susmono, memberikan analisis terkait faktor penyebab kecelakaan yang diduga berkaitan dengan tekanan waktu pengiriman logistik.
"Saya nggak tahu detailnya, kemungkinan kendaraan tersebut mengangkut logistik makanan untuk anak-anak dan tidak mau terlambat sehingga terburu-buru dan lupa mengontrol kecepatannya," kata Sony.
Sony menekankan pentingnya manajemen waktu bagi tim operasional agar pengemudi tidak merasa terbebani untuk mengejar jadwal dengan cara memacu kendaraan di luar batas aman.
"Dalam kasus ini terlihat time manajemen yang dilakukan oleh tim mereka belum sesuai dengan aturan. Memang yang paling gampang buang waktunya di jalan, jadinya pengemudi ditumpahkan tanggung jawab yang harus ngebut, terburu-buru dan ujungnya kecelakaan. Jika hal ini tidak diperbaiki, maka kecelakaan-kecelakaan berikutnya ngantre di belakang dari kasus sebelumnya," kata Sony.
Ia juga mengingatkan pengguna jalan lain untuk tetap waspada jika melihat kendaraan yang dikemudikan secara agresif guna meminimalisir risiko benturan di jalan raya.
"Bagi pengemudi-pengemudi lain dalam menyikapi kendaraan yang seperti ini, nggak ada jalan lain kecuali menjauh. Toh terlihat di kaca spion," sebut Sony.