Kepolisian Republik Indonesia mencatat 198 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 18 orang meninggal dunia hingga hari ke-12 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Selasa (24/3/2026). Data tersebut mencakup akumulasi insiden di berbagai wilayah selama masa pengamanan mudik dan balik Lebaran.
Selain korban jiwa, insiden di jalan raya ini menyebabkan 52 orang menderita luka berat dan 468 orang mengalami luka ringan, sebagaimana dilansir dari Investortrust. Total kerugian materiil akibat seluruh kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 534,15 juta.
"Pada periode ini terdapat 198 kasus kecelakaan lalu lintas dengan rincian meninggal dunia 18 orang, luka berat 52 orang, dan luka ringan 468 orang," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Juru Bicara Operasi Ketupat 2026.
Jansen menambahkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tingkat nasional terpantau kondusif. Hingga saat ini, pihak kepolisian tidak menemukan adanya gangguan keamanan yang bersifat menonjol di tengah masyarakat.
"Secara umum situasi kamtibmas aman dan kondusif, serta tidak terdapat kejadian menonjol," kata Jansen.
Mengenai aspek kepatuhan berkendara, petugas mendeteksi adanya 497 pelanggaran lalu lintas. Data kepolisian merinci sebanyak 133 pelanggaran terpantau melalui kamera tilang elektronik (ETLE), 47 pelanggaran non-ETLE, serta pemberian 317 teguran kepada pengendara.
Volume kendaraan yang menuju Jakarta pada masa arus balik terpantau meningkat tajam sebesar 73,71 persen dari kondisi normal, dengan total 225.293 unit kendaraan masuk ke ibu kota. Sementara itu, 167.939 unit kendaraan terpantau keluar melalui empat gerbang tol utama.
"Hal ini menunjukkan arus balik Lebaran sudah mulai meningkat, sehingga diperlukan langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan," ujar Jansen.
Polri menjadwalkan penerapan sistem satu arah (one way) secara nasional mulai pukul 14.00 WIB untuk mengurai penumpukan kendaraan. Rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 arah Jakarta.
Pihak kepolisian juga meminta para pemudik untuk mengatur jadwal kepulangan dengan bijak demi menghindari puncak kepadatan. Masyarakat disarankan memanfaatkan fleksibilitas waktu kerja jika memungkinkan guna menekan risiko kelelahan di perjalanan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, serta tidak memaksakan diri apabila lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tutup Jansen.