Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Empat Orang

Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Empat Orang
Foto: Ilustrasi Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Empat Orang.

Empat orang dilaporkan meninggal dunia dan 79 lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin malam (27/4) pukul 20.52 WIB.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi langsung mendatangi lokasi kejadian pada Selasa dini hari (28/4) untuk memantau evakuasi serta kerusakan rangkaian kereta, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Seluruh korban terdampak merupakan penumpang KRL yang kini telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit rujukan.

Pemerintah menyerahkan otoritas penuh kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas insiden ini secara transparan.

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara obyektif penyeban kecelakaan," ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Menhub menekankan bahwa tragedi ini menjadi momentum evaluasi bagi penyedia jasa transportasi dan pemangku kebijakan.

"Kejadian kereta ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama memberikan keselamatan kepada penumpang," tutur Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Berdasarkan data dari PT KAI, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat tanpa cedera. Fokus penanganan medis saat ini dipusatkan bagi puluhan korban luka yang tersebar di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Tim gabungan dari KAI, Basarnas, TNI, Polri, dan petugas medis masih bersiaga di lapangan untuk memastikan percepatan penanganan seluruh korban pasca-kecelakaan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi