Kecelakaan Kereta di Bekasi Akibatkan Penumpukan Penumpang di Pasar Senen

Kecelakaan Kereta di Bekasi Akibatkan Penumpukan Penumpang di Pasar Senen
Foto: Ilustrasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Akibatkan Penumpukan Penumpang di Pasar Senen.

Penumpukan calon penumpang kereta api antarkota terjadi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/4/2026) akibat gangguan jadwal keberangkatan. Kondisi ini dipicu oleh kecelakaan kereta yang terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada malam sebelumnya, yang menyebabkan keterlambatan operasional hingga berjam-jam.

Dilansir dari Megapolitan, keterlambatan ini merupakan dampak langsung dari tabrakan antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.52 WIB di KM 28+920.

Seorang calon penumpang tujuan Klaten bernama Amanda menjadi salah satu warga yang terdampak jadwal keberangkatan yang tidak menentu. Perempuan berusia 22 tahun ini sudah menunggu di stasiun sejak pukul 10.00 WIB untuk jadwal yang seharusnya berangkat pukul 11.10 WIB.

ÔÇ£Sampai sekarang belum ada kepastian berangkatnya,ÔÇØ ujar Amanda saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.

Meski mengganggu rencana liburannya bersama dua orang rekan, Amanda mengaku tetap memilih untuk menunggu di stasiun. Ia memberikan toleransi terhadap situasi tersebut mengingat insiden kecelakaan merupakan kejadian di luar kendali operator.

ÔÇ£Kalau dari sisi pribadi jelas terlambat, tetapi ini kan kejadian yang enggak bisa diprediksi, jadi masih bisa dimaklumi,ÔÇØ kata Amanda.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah jadwal keberangkatan pagi bahkan baru bisa diberangkatkan saat siang hari. Hal ini menegaskan adanya pergeseran jadwal yang cukup signifikan bagi seluruh rangkaian kereta yang melintasi jalur tersebut.

ÔÇ£Setahu saya tetap berangkat, cuma harus nunggu. Yang jam 08.00 WIB saja baru berangkat sekarang,ÔÇØ jelas Amanda.

Keluhan serupa disampaikan oleh Rifa, penumpang berusia 23 tahun yang hendak menuju Purwokerto. Ia menyatakan bahwa kereta yang seharusnya membawanya berangkat pukul 11.50 WIB belum memberikan tanda-tanda keberangkatan hingga siang hari.

ÔÇ£Harusnya jam 11.50 WIB sudah berangkat, tetapi sampai sekarang belum ada info lebih lanjut lagi,ÔÇØ kata Rifa.

Rifa sebenarnya telah mengantisipasi adanya keterlambatan jadwal setelah mendengar informasi kecelakaan pada malam hari. Namun, ketiadaan pengumuman resmi pada pagi hari membuatnya tetap datang ke stasiun sesuai jadwal semula.

ÔÇ£Sebenarnya sudah ngira bakal delay, tetapi karena belum ada info dari pagi, saya pikir mungkin enggak kena. Ternyata kena juga,ÔÇØ jelas Rifa.

Meskipun terdapat opsi pengembalian dana tiket secara penuh, banyak penumpang yang memilih untuk tetap bertahan di area tunggu stasiun. Rifa menegaskan dirinya tidak memiliki rencana untuk membatalkan perjalanan tersebut.

ÔÇ£Enggak sih, tetap nunggu saja,ÔÇØ kata Rifa.

Terkait data kecelakaan di Bekasi, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melaporkan bahwa insiden tersebut menyebabkan 14 penumpang KRL meninggal dunia berdasarkan data hingga Selasa pukul 08.45 WIB. Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat.

Para korban luka saat ini telah dievakuasi dan menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Fasilitas kesehatan yang menangani korban antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi