Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Upaya normalisasi jalur kereta arah Cikarang maupun Jakarta terus dilakukan pascainsiden yang terjadi pada Senin malam tersebut.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan percepatan pemulihan operasional transportasi publik. Berdasarkan data yang dihimpun, proses evakuasi saat ini difokuskan pada pengangkatan gerbong kereta yang masih melintang di jalur utama.
"Jadi tahapan pertama itu, evakuasi para penumpang dan yang kedua adalah proses recovery dari gerbong kereta yang mengalami tabrakan. Dan tadi saya lihat di bawah memang masih diupayakan agar sore ini benar-benar bisa diangkat," kata Agus di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Pemerintah menargetkan rute KRL dapat kembali melayani penumpang setelah seluruh puing kecelakaan dibersihkan dari area lintasan. Normalisasi mencakup perbaikan sarana pendukung yang mengalami kerusakan cukup parah di sekitar lokasi kejadian.
"Jika ini sudah bisa dituntaskan, maka sebetulnya tahapan berikutnya adalah normalisasi rute kereta KRL dan semua yang terdampak akibat insiden tadi malam," jelas Agus.
Petugas di lapangan juga tengah memeriksa kondisi infrastruktur kelistrikan yang menjadi jantung operasional kereta listrik. Dilansir dari Megapolitan, pengecekan ini krusial untuk mencegah gangguan teknis lanjutan saat jalur kembali dibuka.
"Termasuk setelah berhasil diangkut semua, menurut penjelasan dari KAI tadi perlu ada pengecekan lagi terkait dengan listrik aliran atas. Ini juga harus dipastikan bisa beroperasi secara normal kembali," katanya.
Terkait data korban jiwa, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting mengonfirmasi jumlah total korban meninggal dunia yang saat ini berada dalam penanganan medis di RS Polri Kramat Jati.
"Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia," kata Martinus kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati.
Sepuluh jenazah di antaranya sedang menjalani proses identifikasi oleh tim gabungan Dokkes Mabes Polri dan jajaran kepolisian setempat. Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr. Prima Heru, menambahkan bahwa beberapa keluarga korban telah mendatangi posko untuk menyerahkan data pendukung.
"Keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga," kata Prima.
Pihak rumah sakit terus menerima kiriman jenazah sejak dini hari secara bertahap menggunakan mobil ambulans dari lokasi kecelakaan. Tim medis berupaya mempercepat pencocokan data agar jenazah dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga.
"Terus jam 07.00 WIB tambah lagi dua, habis itu banyak brek-brek-brek gitu," katanya.