Negara Barat dan Timur Kecam Israel Terkait Video Aktivis Gaza

Negara Barat dan Timur Kecam Israel Terkait Video Aktivis Gaza
Foto: Ilustrasi Negara Barat dan Timur Kecam Israel Terkait Video Aktivis Gaza.

Pemerintah Israel menghadapi gelombang kecaman internasional yang meluas pada Rabu (21/5) setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengunggah video penahanan aktivis armada kemanusiaan tujuan Gaza. Insiden tersebut memicu kemarahan diplomatik global akibat perlakuan yang dinilai melanggar hukum internasional.

Para aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla tersebut ditangkap dalam upaya menembus blokade Gaza, seperti dilansir dari Media Indonesia. Rekaman video memperlihatkan para tahanan berada dalam kondisi tangan terikat dan dahi menempel di tanah.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mendesak pembebasan segera terhadap warga negaranya yang ditahan dan menuntut permohonan maaf resmi dari pihak Israel.

"Sangat tidak bisa ditoleransi bahwa para pengunjuk rasa ini, di antaranya banyak warga negara Italia, menjadi sasaran perlakuan yang melanggar martabat manusia," tegas Meloni.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot ikut menyatakan kemarahannya dan segera memanggil duta besar Israel di Paris untuk menuntut penjelasan mendalam.

Menteri Luar Negeri Irlandia Helen McEntee mengaku terkejut melihat rekaman video tersebut, terlebih saudara perempuan dari Presiden Irlandia yakni Catherine Connolly turut menjadi salah satu tahanan.

"Monster, memalukan, dan tidak manusiawi." sebut Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares saat merespons perlakuan terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut.

Pemerintah Spanyol kemudian memanggil utusan Israel di Madrid untuk memberikan klarifikasi mengenai insiden penahanan itu.

Duta Besar Jerman untuk Israel Steffen Seibert menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima oleh nilai-nilai demokrasi, sembari menyebut ada internal Israel yang ikut mengecam.

Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan yang menyoroti tindakan menteri Israel tersebut kepada dunia internasional.

"Mentalitas kekerasan dan barbar dari pemerintahan Netanyahu," sebut Kementerian Luar Negeri Turki.

Pemerintah Yunani mendesak pembebasan terhadap sekitar 19 warga negaranya yang ikut ditangkap dalam misi kemanusiaan tersebut. Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot juga memanggil duta besar Israel guna menegaskan prinsip martabat tahanan.

Perdana Menteri Belanda Rob Jetten beserta Menlu Tom Berendsen menilai video itu mengejutkan dan memanggil dubes Israel. Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menginstruksikan pejabatnya untuk memanggil duta besar Israel karena menilai video tersebut sangat meresahkan.

Artikel terkait

Rekomendasi