Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 197.876 jemaah haji Indonesia dari 513 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Rabu (20/5/2026) untuk bersiap menghadapi fase puncak haji.
Data operasional tersebut dibarengi dengan keberangkatan 2.044 petugas haji guna mendampingi para jemaah, sebagaimana dilansir dari Nasional. Selain itu, tercatat sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah mendarat di Arab Saudi.
Perincian kedatangan menunjukkan sebanyak 237 kloter yang terdiri dari 90.691 jemaah dan 945 petugas tiba melalui Bandara King Abdullah Aziz Jeddah. Sementara itu, Kota Mekah Al-Mukarrama telah menerima kedatangan 502 kloter dengan total 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.
"Secara umum seluruh layanan Jemaah Indonesia mulai dari pemerangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, berbagai layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga pembinaan ibadah terus berjalan dengan pendampingan penuh dari petugas," tutur Ichsan Marsha, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah dalam konferensi pers pada Kamis (21/5/2026).
Kementerian Haji dan Umrah bersama PPPI Arab Saudi 2026 kini fokus memperkuat kesiapan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Koordinasi intensif mencakup kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, pelindungan jemaah, hingga penempatan petugas lapangan.
"Fase Armuzna merupakan tahapan paling penting sekaligus paling padat dalam penyanggai pada haji," jelas Ichsan Marsha, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Pemerintah memastikan seluruh skema pergerakan jemaah diatur secara bertahap dan terukur. Langkah ini memprioritaskan keselamatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia, disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan risiko kesehatan.