Fase pemberangkatan jemaah calon haji gelombang kedua melalui Bandara Internasional Juanda resmi dimulai pada Kamis (7/5/2026) menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Dilansir dari Money, sebanyak 60 kelompok terbang yang mencakup kloter 57 hingga 116 dijadwalkan berangkat hingga 21 Mei 2026.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir menjelaskan bahwa hari pertama fase ini melibatkan ribuan jemaah. Keberangkatan dilakukan menggunakan maskapai Saudia Airlines untuk melayani jemaah dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
"Sebanyak 1.900 JCH yang tergabung dalam kloter 57 hingga 61 diberangkatkan pada hari Kamis (7/5/2026) menggunakan pesawat Saudia Airlines," kata Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda.
Pada kloter 59, tercatat sebanyak 376 jemaah yang berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Kediri diberangkatkan. Pihak bandara memastikan seluruh operasional berjalan sesuai jadwal dengan lima jadwal penerbangan pada hari pertama gelombang kedua.
"Bandara Internasional Juanda mulai melayani embarkasi gelombang kedua. Total, pada 7 Mei 2026, terdapat 5 kloter embarkasi gelombang kedua dengan penerbangan pukul 08.15, 10.15, 14.40,18.20, dan 19.15 WIB yang terbang langsung dari Surabaya ke Jeddah," jelas Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda.
Manajemen bandara menyatakan kepuasan atas kelancaran proses pelayanan selama masa embarkasi berlangsung. Fasilitas pendukung di ruang tunggu telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan para tamu Allah tersebut.
"Alhamdulillah pelayanan embarkasi di Bandara Internasional Juanda sampai saat ini berjalan dengan lancar," tambah Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda.
Fasilitas yang tersedia meliputi toilet, mushola, eskalator, hingga dispenser air minum. Layanan khusus juga disediakan bagi jemaah lanjut usia guna memastikan mobilitas mereka tidak terhambat selama berada di area bandara.
"Perhatian khusus juga kami berikan bagi JCH lansia dengan menyiapkan akses elevator/lift dan kursi roda serta pendampingan khusus," kata Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda.
Selain fasilitas fisik, layanan Makkah Route juga hadir untuk mempercepat proses keimigrasian Arab Saudi di bandara asal. Hal ini diharapkan dapat mempermudah jemaah saat tiba di bandara tujuan di Jeddah.
"Selain itu untuk memperlancar proses ketibaan di Saudi, layanan keimigrasian Saudi Arabia yakni Makkah Route juga telah tersedia di Bandara Internasional Juanda," lanjut Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda.
Sistem pengamanan dan pemeriksaan barang bawaan telah dilakukan sejak jemaah berada di Asrama Haji Sukolilo. Personel keamanan dikerahkan bersama peralatan teknis seperti pemindai x-ray dan detektor logam untuk menjamin aspek keselamatan penerbangan.
"Keselamatan, keamanan dan kenyamanan jamaah selalu menjadi prioritas kami agar para jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar," kata Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda.
Sebelum memasuki fase kedua, Bandara Juanda telah menyelesaikan pemberangkatan gelombang pertama pada periode 22 April hingga 6 Mei 2026. Sebanyak 21.246 jemaah dari 56 kloter telah diterbangkan menuju Madinah dengan catatan performa waktu yang sangat baik.
"Penerbangan embarkasi gelombang pertama berjalan baik dengan performa ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) mencapai 100 persen," tegas Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda.
Pola perjalanan pada gelombang kedua ini berbeda karena jemaah langsung menuju Jeddah untuk melaksanakan umrah wajib di Makkah. Hal ini kontras dengan gelombang pertama di mana jemaah mendarat di Madinah untuk menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi terlebih dahulu.