Kebakaran di Tambora Jakbar Kembali Berkobar, Warga Panik Api Muncul Lagi Setelah Padam

Kebakaran di Tambora Jakbar Kembali Berkobar, Warga Panik Api Muncul Lagi Setelah Padam
Foto: Kebakaran di Tambora Jakbar Kembali Berkobar, Warga Panik Api Muncul Lagi Setelah Padam. (Illustration by Pexels)

Kebakaran kembali melanda sebuah bangunan rumah berlantai tiga di Jalan Krendang Barat, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Insiden yang terjadi pada Jumat malam, 29 Mei 2026 ini mengejutkan warga sekitar karena api muncul kembali di lokasi yang sebelumnya sudah dinyatakan padam.

Rumah tersebut merupakan bagian dari puluhan bangunan yang hangus akibat kebakaran besar yang terjadi satu hari sebelumnya. Meski petugas pemadam kebakaran telah bekerja keras menjinakkan api pada Kamis malam, rupanya masih ada bara yang tertinggal di bawah reruntuhan.

Kronologi Api Muncul Kembali di Lokasi Kebakaran

Peristiwa munculnya api susulan ini dilaporkan terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 11.40 WIB. Api terlihat berkobar kembali di bagian atas bangunan berlantai tiga tersebut dan sempat memicu kepanikan warga di sekitarnya.

Pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat segera merespons laporan tersebut dengan menerjunkan tim ke lapangan. Syaiful Kahfi selaku Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat membenarkan adanya kejadian tersebut kepada awak media.

Penyebab kemunculan api susulan di Tambora:

  • Terdapat sisa bara api yang belum sepenuhnya padam di bawah tumpukan reruntuhan bangunan.
  • Konstruksi bangunan lantai tiga yang terbuat dari material yang masih menyimpan panas.
  • Proses pendinginan sebelumnya yang belum menjangkau seluruh celah di bawah material reruntuhan.

Syaiful menjelaskan bahwa kebakaran susulan ini hanya melanda bagian lantai tiga rumah tersebut. Menurutnya, tumpukan material yang terbakar sebelumnya masih menyimpan bara panas sehingga api kembali menyala saat terkena hembusan angin.

Penanganan Petugas dan Kondisi Terkini

Sebanyak delapan armada pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi untuk memastikan api tidak merembet lebih luas. Operasi pemadaman singkat ini melibatkan setidaknya 40 personel pemadam kebakaran yang bertugas di wilayah Jakarta Barat.

Petugas melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut bangunan untuk mematikan potensi bara api yang masih bersembunyi. Saat ini, situasi di Jalan Krendang Barat telah dipastikan benar-benar aman dan terkendali oleh pihak berwenang.

Syaiful Kahfi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal agar api tidak muncul untuk ketiga kalinya. Ia menjamin bahwa saat ini tidak ada lagi potensi penyalaan api di titik-titik reruntuhan bangunan tersebut.

Dampak Kerugian dan Jumlah Pengungsi

Kebakaran yang awalnya terjadi pada Kamis malam, 28 Mei 2026, memang membawa dampak yang cukup luas bagi warga Krendang. Berdasarkan data resmi, tercatat puluhan rumah tinggal hangus dilahap si jago merah dalam waktu singkat.

Rincian data dampak kebakaran di Krendang Barat:

Kategori Informasi Data Statistik
Jumlah Rumah Terdampak 27 Bangunan Rumah Tinggal
Total Kepala Keluarga (KK) 113 KK
Total Jiwa Mengungsi 250 Orang
Korban Jiwa/Luka Nihil (Tidak Ada)

Tabel di atas menunjukkan besarnya dampak sosial yang ditimbulkan oleh bencana kebakaran ini bagi masyarakat setempat. Ratusan warga terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harus mengandalkan bantuan di posko pengungsian sementara.

Kondisi Pengungsian dan Evakuasi Barang

Hingga saat ini, sebanyak 250 jiwa warga Krendang masih bertahan di lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah. Sebagian besar warga menempati area musala setempat serta tenda-tenda darurat yang didirikan oleh instansi terkait.

Para korban kebakaran terlihat masih berusaha mengais sisa-sisa harta benda di antara puing-puing bangunan yang telah menghitam. Mereka berharap masih ada barang berharga yang bisa diselamatkan dari sisa kebakaran yang menghanguskan 27 rumah tersebut.

Beberapa warga nampak mengangkut material logam seperti mesin pompa air dan benda besi lainnya yang masih memiliki nilai atau bisa diperbaiki. Lokasi awal munculnya api juga sudah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Meski kerugian materiil ditaksir mencapai angka yang cukup besar, pihak Gulkarmat memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Petugas kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti munculnya api pertama kali pada Kamis malam lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi