Presiden Meksiko Perketat Keamanan Wisata Pascapenembakan di Teotihuacan

Presiden Meksiko Perketat Keamanan Wisata Pascapenembakan di Teotihuacan
Foto: Ilustrasi Presiden Meksiko Perketat Keamanan Wisata Pascapenembakan di Teotihuacan.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menginstruksikan pengawasan senjata api yang lebih ketat di seluruh destinasi wisata nasional pada Selasa (21/4/2026) menyusul insiden penembakan maut di Piramida Teotihuacan. Tragedi pada Senin (20/4/2026) tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan 13 lainnya luka-luka di tengah persiapan negara tersebut sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Langkah preventif ini diambil guna menjamin keselamatan pengunjung di ruang publik dan situs bersejarah, seperti dilansir dari Detik Travel. Penembakan di Piramida Bulan tersebut terjadi saat puluhan wisatawan sedang berada di puncak struktur kuno tersebut sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

"Jelas, kita perlu memperketat keamanan," kata Sheinbaum merujuk pada penembakan hari Senin (20/4/2026) seperti dikutip dari Euro News.

Presiden Sheinbaum menegaskan perlunya sistem pengamanan yang mampu mendeteksi senjata api sebelum pengunjung memasuki kawasan arkeologi. Hal ini menjadi prioritas utama pemerintah mengingat Meksiko akan menyelenggarakan pertandingan sepak bola Piala Dunia pada Juni mendatang.

"Kita perlu memiliki keamanan yang lebih baik untuk memastikan seseorang tidak dapat memasuki situs arkeologi, situs wisata, dengan senjata api," kata presiden dalam konferensi pers pagi harinya di Mexico City.

Investigasi kepolisian mengungkap bahwa serangan tersebut merupakan tindakan terencana yang dilakukan oleh seorang pria berusia 27 tahun. Jaksa Negara Meksiko, Jose Luis Cervantes Martinez, mengungkapkan bahwa pelaku sempat melakukan pengamatan lokasi beberapa kali sebelum beraksi.

"Pelaku penembakan, yang diidentifikasi sebagai Julio Cesar Jasso Ramirez, 27 tahun, melakukan kunjungan pendahuluan beberapa kali ke situs arkeologi, menginap di hotel-hotel dekat situs tersebut sebelumnya, dan dari sana merencanakan tindakan kekerasannya," kata Jaksa Negara Meksiko Jose Luis Cervantes Martinez kepada wartawan.

Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan suasana mencekam saat pelaku mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan turis. Seorang pemandu wisata menceritakan bagaimana para pengunjung berusaha menyelamatkan diri dari puncak piramida saat rentetan tembakan terdengar.

"Beberapa orang, karena takut ... menjatuhkan diri telungkup ke tanah, dan kami yang lain mulai turun," kata pemandu wisata, menceritakan bagaimana pelaku penembakan, setelah melihat para turis menuruni tangga piramida, mulai menembak.

Wisatawan asal Kanada, Brenda Lee, memberikan kesaksian mengenai kekacauan yang terjadi di area Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut. Ia menyebut ribuan orang berada di lokasi saat insiden berlangsung.

"Ada ribuan orang di sana dan ada banyak tembakan yang terus terdengar," kata Brenda Lee, seorang turis Kanada.

Data pemerintah setempat menunjukkan korban luka terdiri dari berbagai kewarganegaraan, termasuk enam warga Amerika Serikat, tiga warga Kolombia, dua warga Brasil, satu warga Rusia, dan satu warga Kanada. Korban terkecil dilaporkan berusia enam tahun, sementara yang tertua berusia 61 tahun.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dilakukan sendiri. Tim forensik menemukan barang bukti berupa pistol, pisau, dan amunisi pada tubuh pelaku saat penggeledahan dilakukan setelah kematiannya.

Piramida Teotihuacan merupakan magnet utama pariwisata Meksiko yang berlokasi di pinggiran Kota Meksiko. Berdasarkan data pemerintah terbaru, situs peninggalan peradaban kuno ini menarik kunjungan lebih dari 1,8 juta wisatawan mancanegara setiap tahunnya.

Artikel terkait

Rekomendasi