PT KAI Commuter Indonesia (KCI) merespons dugaan aksi penipuan yang menimpa seorang kreator konten bernama Chery Gus. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026).
Dikutip dari Megapolitan, pihak maskapai perkeretaapian komuter ini langsung bergerak cepat dengan meminta keterangan dari korban. Petugas di lapangan juga telah mengumpulkan foto terduga pelaku yang diketahui berinisial Sadam.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan adanya tindakan cepat dari jajarannya setelah menerima laporan dari korban di stasiun tersebut.
ÔÇ£Usai meminta keterangan dari korban, petugas terkait segera menginput foto-foto dari pelaku ke dalam sistem CCTV Analytic,ÔÇØ kata Karina kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Sabtu (16/5/2026).
Karina memaparkan bahwa sistem pemindai wajah pintar ini bekerja secara otomatis. Teknologi tersebut bakal mencocokkan basis data terduga pelaku dengan rekaman seluruh kamera pengawas yang tersebar di stasiun Commuter Line.
Apabila wajah pelaku tertangkap kamera dan sistem mendeteksi adanya kecocokan, alarm atau notifikasi otomatis akan langsung terkirim kepada petugas yang sedang berjaga di area stasiun untuk segera ditindaklanjuti.
ÔÇ£Sistem ini merupakan sistem pengenal wajah seluruh pengguna Commuter Line yang sudah dimasukan ke database sistem, yang akan memberikan notifikasi jika terdapat kecocokan,ÔÇØ jelas dia.
Selain mengoptimalkan pelacakan lewat teknologi digital, KAI Commuter menyatakan komitmennya untuk mendampingi korban. Pihak manajemen siap mengawal korban apabila bersedia membawa kasus ini ke ranah kepolisian.
ÔÇ£Kami akan mendukung segala sesuatunya dan melakukan pendampingan pada proses hukumnya nanti,ÔÇØ kata Karina.
Kasus penipuan ini mencuat setelah Chery membagikan pengalaman tidak menyenangkan tersebut melalui media sosial pribadi miliknya di akun @cheryred99.
Chery menceritakan bahwa dirinya sedang beristirahat di Stasiun Duri setelah menempuh perjalanan dari luar kota. Saat itulah, ia dihampiri oleh seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Sadam.
Pria tersebut mengklaim mengenali Chery dari konten video di media sosial. Terduga pelaku kemudian menawarkan bantuan berupa akomodasi perjalanan tanpa biaya hingga keduanya memutuskan bertukar nomor telepon.
Setelah mendapatkan kontak korban, Sadam mulai melancarkan aksinya dengan meminta sejumlah uang secara bertahap hingga total kerugian mencapai Rp 1 juta.
ÔÇ£Setiap aku ngomong di chat, dia kasih kode langsung ÔÇÿGopay Saddam Husein.ÔÇÖ Jadi kayak perintah gitu,ÔÇØ kata Chery.
Meskipun menjadi korban penipuan di area stasiun, Chery menyatakan tidak kapok dan tetap akan menggunakan transportasi publik untuk mobilitas harian dengan meningkatkan kewaspadaan.