Kasus Peretasan Bank Jambi dan Penipuan Dana Nasabah di Berbagai Daerah Terungkap

Kasus Peretasan Bank Jambi dan Penipuan Dana Nasabah di Berbagai Daerah Terungkap
Foto: Ilustrasi Kasus Peretasan Bank Jambi dan Penipuan Dana Nasabah di Berbagai Daerah Terungkap.

Sejumlah kasus raibnya dana nasabah secara misterius di berbagai daerah kini menjadi perhatian publik setelah total kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. Peristiwa ini mencakup aksi peretasan sistem perbankan hingga dugaan penggelapan oleh oknum internal perusahaan.

Salah satu insiden paling menonjol terjadi di Jambi, di mana sekitar 6.000 rekening nasabah Bank Jambi diduga kuat menjadi korban peretasan oleh hacker pada Februari 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, total dana yang hilang dari ribuan rekening tersebut mencapai angka Rp143 miliar.

Aksi pembobolan sistem ini sempat memicu kepanikan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak dapat mengakses gaji atau tabungan mereka. Kelumpuhan sistem juga terjadi pada fasilitas mesin ATM dan aplikasi mobile banking, sehingga ratusan nasabah terpaksa mendatangi kantor cabang untuk melakukan pengecekan saldo secara manual.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi telah mengonfirmasi adanya serangan siber terhadap bank tersebut. Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Provinsi Jambi menjamin bahwa seluruh uang nasabah yang hilang akan dikembalikan menggunakan alokasi laba Bank Jambi tahun buku 2025.

Di Sumatera Utara, pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus hilangnya dana umat milik Gereja Paroki Aek Nabara sebesar Rp28 miliar. Tim gabungan Polda Sumatera Utara dan petugas Imigrasi menangkap seorang tersangka di Bandara Internasional Kualanamu pada 30 Maret lalu saat hendak melakukan perjalanan.

Pelaku teridentifikasi sebagai mantan kepala kas pada salah satu unit bank BUMN di Kabupaten Labuhanbatu. Terkait insiden ini, manajemen BNI telah memberikan kepastian bahwa seluruh dana jemaat yang digelapkan oleh mantan oknum pejabatnya itu akan dikembalikan secara utuh.

Protes Nasabah Badan Kredit Kecamatan di Klaten

Situasi serupa juga memicu gejolak di Klaten, Jawa Tengah, setelah ratusan nasabah Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (BKK) tidak bisa mencairkan simpanan mereka. Kelompok massa melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pemerintah Kabupaten Klaten untuk menuntut kejelasan nasib uang mereka.

Dalam aksi protes tersebut, para nasabah membawa simbol peti mati dan berbagai poster sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen BKK. Estimasi kerugian kolektif para korban dalam kasus di Klaten ini ditaksir menyentuh angka Rp152 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi