Jumlah kasus diagnosis kanker pada kelompok usia di bawah 40 tahun di Singapura meningkat pesat sebesar 34 persen dalam satu dekade terakhir berdasarkan data laporan Singapore Cancer Registry 2026 yang dirilis pada Senin (13/4/2026).
Dilansir dari Detik Health yang merujuk pada laporan tersebut, tercatat ada hampir 5.000 kasus kanker yang menyerang anak muda pada periode 2019-2023. Fenomena ini menunjukkan pergeseran penyakit yang biasanya identik dengan usia lanjut kini menyasar kelompok produktif.
Para ahli medis mengamati peningkatan jenis kanker tertentu pada pasien muda, seperti kanker kolorektal, kanker payudara, dan kanker darah. Faktor gaya hidup sedentari atau kurang gerak, pola makan, serta paparan zat karsinogen dari lingkungan diduga kuat menjadi pemicu utama tren ini.
CEO layanan sosial 365 Cancer Prevention Society, Ben Chua, menjelaskan bahwa diagnosis kanker pada usia 20-an atau 30-an memberikan dampak psikologis dan sosial yang sangat berat karena terjadi saat fase pembangunan karier serta rencana berkeluarga.
"Banyak anak muda mendapati hidup mereka 'terjeda' di tengah momentum penting. Mereka bukan hanya menghadapi pengobatan berat, tetapi juga kehilangan arah, apakah masih bisa punya anak? Apakah karier akan hancur? Apakah masa depan masih sama?" kata Ben Chua, dilansir dari CNA.
Ketidakcocokan sistem dukungan juga menjadi kendala karena fasilitas yang tersedia saat ini lebih banyak difokuskan bagi anak-anak atau lansia. Anak muda sering merasa terisolasi dalam kelompok dukungan karena perbedaan topik pembicaraan seperti rencana pensiun atau cucu.
Pascatebus dari pengobatan, penyintas muda kerap mengalami kelelahan kronis, gangguan konsentrasi, hingga krisis kepercayaan diri saat kembali ke dunia kerja. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi kambuhnya penyakit akibat stres di lingkungan kantor.
Lonjakan data ini mendorong seruan bagi perusahaan dan pembuat kebijakan untuk mengevaluasi kembali sistem dukungan jangka panjang bagi penyintas kanker usia produktif. Fleksibilitas di tempat kerja dinilai krusial untuk membantu proses pemulihan dan reintegrasi sosial pasien.