WHO Konfirmasi Lima Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

WHO Konfirmasi Lima Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius
Foto: Ilustrasi WHO Konfirmasi Lima Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi lima kasus infeksi hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius dalam pelayaran menuju Kepulauan Canary. Berdasarkan laporan Lifestyle, satu orang warga negara Belanda meninggal dunia pada 11 April 2026 setelah menunjukkan gejala awal infeksi saat kapal masih berlayar.

Hantavirus yang terdeteksi ini memiliki masa inkubasi hingga enam minggu, sehingga WHO memperingatkan potensi munculnya kasus baru. Investigasi awal menunjukkan bahwa virus ini ditularkan melalui kontak dekat, bukan melalui udara seperti pada pandemi sebelumnya.

Ahli epidemiologi penyakit menular WHO, Maria Van Kerkhove, memberikan penegasan bahwa karakteristik persebaran virus ini berbeda dengan SARS-CoV-2. Beliau memastikan bahwa temuan di kapal pesiar tersebut merupakan wabah lokal yang terkendali.

"I ingin menegaskan hal ini dengan jelas. Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi Covid. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal," ujar Kerkhove.

Meskipun penularan antarmanusia dianggap sangat jarang, pihak berwenang saat ini tengah menelusuri kemungkinan tersebut di lingkungan kapal. Kerkhove menambahkan bahwa pasien pertama kemungkinan besar sudah terpapar hantavirus sebelum memulai perjalanan dengan kapal pesiar tersebut.

"Saya ingin menegaskan hal ini dengan jelas. Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi Covid. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal," ujar Kerkhove.

Pihak berwenang memastikan tidak ditemukan keberadaan tikus di dalam kapal MV Hondius selama pemeriksaan berlangsung. Penelusuran kontak saat ini difokuskan pada penumpang yang telah turun, termasuk seorang wanita yang meninggal dunia di Afrika Selatan setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Pejabat kesehatan pada Rabu (06/05/2026) turut memantau warga di tiga negara bagian Amerika Serikat yang baru kembali dari kapal tersebut. Hingga saat ini, seluruh warga dalam pantauan tersebut dilaporkan tidak menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada infeksi virus.

Juru bicara Uni Eropa, Eva Hrcirova, menyatakan bahwa risiko penyebaran hantavirus di tengah masyarakat umum saat ini masih tergolong rendah. Pernyataan ini didasarkan pada data epidemiologi yang telah dikumpulkan oleh tim ahli di lapangan.

"Saya harus mengulangi bahwa menurut bukti yang kami miliki saat ini, risiko bagi masyarakat di Eropa, risiko bagi warga Eropa, rendah," kata Hrcirova.

Profesor klinis penyakit menular di Michigan Medicine, Dr. Emily Abdoler, menekankan bahwa hantavirus memiliki tingkat kesulitan penularan yang lebih tinggi dibandingkan virus penyebab pandemi global. Beliau mencatat bahwa sejarah penyebaran virus ini tidak pernah mencapai skala wabah yang masif.

"kasus-kasus penyebaran virus antar manusia di masa lalu tidak pernah menyebabkan wabah besar, dan hantavirus ini disebut sama sekali tidak sebanding dengan skala Covid-19," ujar Abdoler.

Kapal MV Hondius diketahui membawa sekitar 150 penumpang dalam rute pelayaran panjang dari Argentina sejak 1 April 2026. Rangkaian perjalanan tersebut meliputi persinggahan di beberapa lokasi terpencil seperti Antartika, Georgia Selatan, hingga Kepulauan Cape Verde.

Artikel terkait

Rekomendasi