Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Meningkat

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Meningkat
Foto: Ilustrasi Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Meningkat.

Lonjakan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) melanda Kota Sukabumi, Jawa Barat, dengan tercatat sedikitnya 104 kasus pada triwulan I tahun 2026. Laporan peningkatan tersebut dikonfirmasi oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi pada Senin (18/5), meskipun seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan hasil negatif rabies.

Data mengenai lonjakan signifikan pada periode Januari sampai Maret tahun ini dilansir dari Media Indonesia. Pihak otoritas kesehatan setempat mencatat bahwa tren gigitan hewan yang berisiko menularkan virus mematikan ini memang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Tahun ini dilaporkan terjadi 104 kasus gigitan HPR. Jumlahnya cukup melonjak signifikan. Memang, di Kota Sukabumi kurun lima tahun terakhir cukup banyak kasus gigitan HPR," kata Denna Yuliavina, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Pemerintah daerah telah memusatkan penanganan seluruh korban gigitan satwa tersebut pada satu fasilitas kesehatan khusus. Langkah ini diambil karena rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut telah ditunjuk sebagai pusat penanganan rujukan untuk kasus serupa.

"Tahun ini, semua kasusnya langsung ditangani di RSUD Al-Mulk sebagai Rabies Center," ungkap Denna Yuliavina.

Guna menekan angka penyebaran dan mempercepat penanganan medis, instansi terkait kini tengah menggodok sebuah program digital terintegrasi. Program baru bernama Sistem Integrasi Penanganan Rabies (Sinar) ini ditargetkan untuk menyokong visi pembebasan penyakit rabies secara nasional.

"Inovasi ini memuat tata kelola dan tata laksana medis terhadap pasien yang terkena gigitan hewan yang rentan menularkan rabies. Insya Allah akan kita luncurkan pada pekan pertama Juni tahun ini," jelas Denna Yuliavina.

Selain mengandalkan satu rumah sakit utama, pemerintah kota juga akan memperluas jaringan fasilitas kesehatan darurat di beberapa wilayah kecamatan. Penambahan pusat penanganan baru ini diharapkan dapat mempercepat pertolongan pertama bagi masyarakat.

"Ada tiga puskesmas yang nanti akan menjadi Rabies Center," pungkas Denna Yuliavina.

Fasilitas layanan kesehatan yang dipersiapkan untuk menjadi Rabies Center tambahan tersebut meliputi Puskesmas Sukabumi, Puskesmas Cipelang, dan Puskesmas Baros.

Artikel terkait

Rekomendasi