Kasus Ebola di RD Kongo Meningkat Signifikan

Kasus Ebola di RD Kongo Meningkat Signifikan
Foto: Ilustrasi Kasus Ebola di RD Kongo Meningkat Signifikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lonjakan signifikan temuan kasus Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo akibat pengetatan pemantauan wilayah setempat. Dilansir dari Media Indonesia, otoritas kesehatan mengidentifikasi lebih dari 900 kasus suspek dan 101 kasus terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium hingga Minggu (24/5).

Peningkatan angka penularan ini memicu kekhawatiran meluasnya wabah jika protokol isolasi ketat tidak segera diterapkan. Selain di RD Kongo, wabah serupa kini tengah terjadi di negara tetangga, Uganda.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) secara resmi mengeluarkan peringatan mengenai risiko penularan lintas batas di tingkat regional yang kini berada pada level mengkhawatirkan. Mobilitas penduduk dan kedekatan geografis menjadi faktor utama pemicu tingginya risiko tersebut.

Terdapat 10 negara yang dinilai memiliki risiko penularan Ebola tinggi berdasarkan letak geografis dan pergerakan warga.

Daftar Negara Berisiko Penularan Lintas Batas
NoNama Negara Berisiko
1Sudan Selatan
2Rwanda
3Kenya
4Zambia
5Republik Afrika Tengah
6Tanzania
7Ethiopia
8Angola
9Republik Kongo
10Burundi

WHO bersama Africa CDC terus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk memperkuat deteksi dini di pintu perbatasan. Langkah prioritas difokuskan pada peningkatan kapasitas laboratorium serta kesiapan tenaga medis di sepuluh negara berisiko agar wabah tidak menjadi krisis kesehatan berskala benua.

Masyarakat setempat diminta tetap waspada terhadap gejala klinis Ebola dan segera melaporkan temuan kasus mencurigakan kepada otoritas kesehatan. Saat ini, tim ahli internasional masih terus melakukan validasi data lapangan guna memastikan langkah penanggulangan yang tepat sasaran.

Artikel terkait

Rekomendasi