Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan perombakan besar-besaran pada struktur organisasinya melalui mutasi dan rotasi jabatan strategis. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Nasional, kebijakan ini menyasar sembilan pimpinan Kepolisian Daerah (Polda).
Keputusan resmi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 yang diterbitkan pada 7 Mei 2026. Sebanyak 108 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) tercatat mengalami pergeseran posisi dalam telegram tersebut.
Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memberikan penjelasan terkait langkah organisasi ini saat ditemui di Mabes Polri pada Selasa (7/4/2026). Ia menekankan bahwa dinamika ini merupakan bagian rutin dari pengelolaan sumber daya manusia di tubuh korps bhayangkara.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Data mutasi menunjukkan bahwa 91 personel di antaranya mendapatkan promosi maupun flat jabatan. Di tingkat Markas Besar, Komjen Pol Panca Putra mendapatkan penugasan baru sebagai Kalemdiklat Polri.
Mutasi kali ini membawa perubahan signifikan pada pucuk pimpinan wilayah. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) kini dipercaya memimpin Polda Sumatera Barat (Sumbar).
Djati menggantikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang kini ditarik menjadi Pati Lemdiklat Polri. Sementara itu, jabatan Kapolda Kaltara yang ditinggalkan akan diisi oleh Brigjen Pol Agus Wijayanto.
Pergeseran juga terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Irjen Pol Pipit Rismanto dimutasi dari Kapolda Kalbar menjadi Kapolda Jawa Barat (Jabar). Ia mengisi posisi Irjen Pol Rudi Setiawan yang pindah tugas sebagai Pati Bareskrim Polri.
Posisi pimpinan di Polda Kalbar selanjutnya akan ditempati oleh Irjen Pol Alberd Teddy Benhard. Selain itu, Brigjen Pol Arif Budiman diangkat sebagai Kapolda Maluku Utara (Malut) menggantikan Irjen Pol Waris Agono.
Di Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja resmi menjabat sebagai Kapolda NTB. Ia menggantikan Irjen Pol Edy Murbowo yang ditarik menjadi Pati di polda yang sama.
Sektor wilayah Bengkulu kini dipimpin oleh Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid. Ia menggantikan Irjen Pol Mardiyono yang mendapatkan jabatan baru sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri.
Tongkat komando di Sulawesi Tenggara juga beralih kepada Brigjen Pol Himawan Bayu, menggantikan Irjen Pol Didik Agung Widjanarko. Terakhir, Brigjen Pol Nasri dipromosikan dari Wakapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi Kapolda Sulteng menggantikan Irjen Pol Endi Sutendi.
Rincian Promosi dan Pensiun Personel
Secara keseluruhan, Polri mencatat promosi jabatan bagi 16 personel ke pangkat Irjen Pol dan 43 personel ke pangkat Brigjen Pol. Selain itu, terdapat 16 personel yang dipromosikan ke jenjang Kombes Pol.
Rincian promosi Kombes Pol tersebut mencakup nivelering IIB1 sebanyak 12 personel, nivelering IIB2 sebanyak tiga personel, dan nivelering IIB3 sebanyak satu personel. Terdapat pula tiga personel yang baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan.
Selain penyegaran jabatan, mutasi ini juga mengakomodasi transisi administratif bagi anggota yang memasuki masa purna tugas. Tercatat sebanyak 14 personel Polri memasuki masa pensiun dalam gelombang mutasi kali ini.