Kapal induk terbaru dan terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dijadwalkan kembali berlabuh di Virginia pada Sabtu (16/5) waktu setempat. Kepulangan ini menandai selesainya penugasan operasional selama hampir satu tahun yang dipenuhi misi strategis sekaligus kendala teknis.
Pelayaran operasional ini dilansir dari Media Indonesia menjadi yang terlama bagi kapal induk Amerika Serikat sejak berakhirnya Perang Vietnam. Kapal senilai US$13 miliar atau sekitar Rp208 triliun tersebut menjadi pilar utama operasi militer luar negeri pemerintah AS selama hampir 12 bulan.
Sejumlah pejabat dan mantan pejabat militer menyatakan bahwa USS Gerald R. Ford memegang peran penting dalam operasi militer di Iran dan Venezuela. Saat berada di Venezuela pada Januari, kapal ini menerbangkan pesawat untuk mendukung misi penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro.
Kapal induk ini juga menjadi platform utama pengiriman jet tempur dalam operasi perang Iran di wilayah Timur Tengah. USS Gerald R. Ford dibekali sistem ketapel elektronik yang mampu meluncurkan berbagai jenis armada mulai dari drone kecil hingga jet tempur besar, kemampuan yang tidak dimiliki 10 kapal induk AS lainnya.
Berdasarkan catatan perjalanan, kapal ini bertolak dari Virginia menuju Atlantik Utara dan Norwegia pada Juni, lalu dialihkan ke Karibia pada Januari untuk operasi penangkapan Nicolás Maduro. Selanjutnya, armada dikerahkan ke Timur Tengah untuk operasi perang Iran pada Februari hingga April, sebelum memasuki Atlantik dari Laut Mediterania pada Mei untuk perjalanan pulang.
Meskipun mengusung teknologi mutakhir, pelayaran panjang ini diwarnai kendala serius. Kebakaran hebat melanda area binatu utama kapal pada Maret lalu, yang membutuhkan waktu sekitar 30 jam bagi kru untuk memadamkan api dan memastikan lokasi benar-benar aman.
Dampak dari insiden tersebut membuat sekitar 600 pelaut kehilangan akses ke fasilitas tempat tidur mereka akibat kerusakan infrastruktur. Kapal induk ini juga sempat mengalami gangguan pada sistem toilet yang memicu pemadaman parsial secara berkala, hingga harus bersandar di pelabuhan untuk perbaikan darurat.
Kepulangan armada ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh keluarga kru kapal setelah penantian panjang yang penuh kekhawatiran.
"Sekaruh saya benar-benar bisa santai, bernapas lega, dan kembali ke pola tidur normal," ujar Osias.
Amini Osias, ayah dari seorang teknisi listrik penerbangan di USS Gerald R. Ford, mengaku sempat cemas saat mendengar kabar kebakaran tersebut meskipun kapal itu dikenal sebagai yang paling canggih di armada Angkatan Laut AS. Kini ribuan pelaut di atas USS Gerald R. Ford bersiap untuk berkumpul kembali dengan keluarga mereka di Virginia.