PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah melakukan perpanjangan pada tiga peron di Stasiun Bogor, Jawa Barat, untuk mendukung operasional Commuter Line dengan formasi 12 kereta dalam satu rangkaian (SF12). Dilansir dari Detik Travel, proyek infrastruktur pada jalur 6, 7, dan 8 ini sudah berjalan sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Kapasitas angkut yang lebih besar dalam satu perjalanan diharapkan mampu meningkatkan distribusi pelaku perjalanan, khususnya pada jam sibuk. Selain memperpanjang peron dan menyesuaikan jalur, revitalisasi ini juga mencakup pembangunan kanopi baru di area peron jalur 6, 7, dan 8 yang terhubung langsung dengan selasar stasiun guna mengantisipasi hujan dan cuaca panas.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa penambahan kapasitas ini sengaja disiapkan untuk mengimbangi pertumbuhan volume penumpang yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Pekerjaan revitalisasi saat ini telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) serta konstruksi peron baru. Dampak dari proyek ini memicu penyesuaian pola operasional dan alur pelayanan, sehingga disediakan area pedestrian sementara di sisi selasar serta rekayasa arus penumpang demi kelancaran mobilitas.
"Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman," jelas Anne.
Arus penumpang menuju Hall Barat kini diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, sedangkan sebagian lainnya diarahkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor. Manajemen KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan yang muncul selama proses pengerjaan fisik berlangsung.
"Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan," kata Anne.
KAI mencatat lintas Bogor (Bogor Line) merupakan salah satu jalur dengan mobilitas pelanggan tertinggi di Jabodetabek. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pergerakan di lintas tersebut menembus angka 51,86 juta pelanggan.
"Selama proses revitalisasi berlangsung, kami menyadari terdapat penyesuaian yang dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di area stasiun," pungkasnya.
Berdasarkan data statistik, volume pengguna yang melakukan gate in di Stasiun Bogor pada periode Januari sampai April 2026 mencapai 6,14 juta orang, sementara gate out tercatat 5,95 juta orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan konsisten dibandingkan total gate in tahun 2025 sebesar 18,1 juta dan tahun 2024 sebanyak 17,1 juta pengguna.
"Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal," kata Anne.