Jumhur Hidayat Penuhi Undangan Pelantikan di Istana Kepresidenan

Jumhur Hidayat Penuhi Undangan Pelantikan di Istana Kepresidenan
Foto: Ilustrasi Jumhur Hidayat Penuhi Undangan Pelantikan di Istana Kepresidenan.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/4/2026) siang. Kehadirannya bertepatan dengan menguatnya isu perombakan atau reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dilansir dari Nasional, Jumhur menyatakan bahwa kedatangannya ke Istana adalah untuk memenuhi undangan resmi terkait agenda pelantikan. Namun, ia mengaku belum mendapatkan informasi detail mengenai posisi atau jabatan menteri yang akan ia emban dalam Kabinet Merah Putih.

"Menterinya apa, saya belum tahu," ucap Jumhur di Istana, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Mantan Kepala BNP2TKI tersebut menegaskan bahwa dirinya hanya mengikuti instruksi untuk hadir dalam seremoni pelantikan tersebut. Hingga tiba di lokasi, kepastian mengenai pos kementerian yang akan dipimpinnya masih belum ia ketahui secara pasti.

"Ya, hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu," ucapnya.

Terkait spekulasi jabatan baru tersebut, Jumhur memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak memberikan pernyataan mendahului keputusan resmi pemerintah. Ia menyadari bahwa keputusan final berada di tangan Kepala Negara dan masih bersifat dinamis.

"Ya nanti aja lah kalau itu ya, enggak boleh mendahului enggak enak. Kan bisa berubah juga," tuturnya.

Jumhur mengungkapkan bahwa sebelum pemanggilan hari ini, dirinya sempat menjalin komunikasi singkat dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan yang terjadi beberapa pekan lalu itu diakuinya hanya sebatas diskusi biasa tanpa membahas komitmen jabatan tertentu.

"Sepintas saja tapi enggak ada jabatan apa-apa," tuturnya.

Meski belum ada pengumuman resmi, Jumhur menyatakan kesiapannya untuk memimpin Kementerian Lingkungan Hidup (LH) jika akhirnya diberikan mandat tersebut. Menurutnya, kementerian tersebut memiliki beban tanggung jawab yang besar dan memerlukan kerja keras untuk menuntaskan berbagai isu krusial.

"Menteri LH banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras," tuturnya.

Salah satu fokus utama yang ia soroti jika menjabat sebagai Menteri LH adalah persoalan pengelolaan sampah nasional. Selain itu, ia menekankan pentingnya Indonesia dalam memenuhi berbagai kesepakatan lingkungan internasional yang telah disetujui.

"Yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap kita harus penuhi," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi