Jumhur Hidayat Jadi Jembatan Aspirasi Buruh dalam Kabinet Prabowo

Jumhur Hidayat Jadi Jembatan Aspirasi Buruh dalam Kabinet Prabowo
Foto: Ilustrasi Jumhur Hidayat Jadi Jembatan Aspirasi Buruh dalam Kabinet Prabowo.

Penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam kabinet terbaru Presiden Prabowo Subianto diprediksi menjadi saluran aspirasi bagi kelompok pekerja di Indonesia. Dilansir dari Nasional, pelantikan tersebut dilakukan dalam agenda reshuffle kabinet yang berlangsung pada Senin (27/4/2026).

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menekankan bahwa latar belakang Jumhur sebagai aktivis buruh dan intelektual merupakan modal utama dalam membangun komunikasi pemerintahan. Kedekatan emosional tersebut dianggap strategis di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional.

"Terlepas dari sosoknya yang saat ini Pak Jumhur itu cukup dekat dengan kawan-kawan buruh, tapi satu hal sih sebenarnya, ini kan bisa menjadi bridging sebenarnya, bagaimana suara kawan-kawan buruh ya (didengarkan)," katanya dalam tayangan Gaspol Kompas.com, Jumat (1/5/2026).

Langkah Prabowo merangkul figur dari luar lingkaran kekuasaan seperti aktivis dan pegiat demokrasi dinilai sebagai upaya memperkuat persatuan bangsa. Adi menyebut penetrasi politik Jumhur sangat kuat pada basis massa di tingkat akar rumput.

"Banyak pihak yang bertanya-tanya, kenapa Pak Jumhur? Ya, Pak Jumhur punya latar belakang, aktivis, intelektual, pemikir, dan pandangan-pandangannya menurut saya cukup progresif ya. Bagaimana membangun Indonesia? Tentu yang berbasiskan, basis masa di bawah ya," ujar Adi.

Meskipun menempati pos kementerian di sektor lingkungan hidup, rekam jejak Jumhur dipandang tetap relevan untuk memitigasi isu ketenagakerjaan. Pemerintah saat ini dinilai mulai aktif mengajak pihak-pihak yang sebelumnya berada di luar sistem pemerintahan.

"Ada kecenderungan memang pemerintahan kali ini akan merangkul dan mengajak pihak-pihak off-sider, dari kalangan aktivis, pegiat demokrasi, dan kemudian kelompok-kelompok nonpemerintah untuk dijadikan bagian dari bagaimana upaya untuk membangun bangsa," ungkap Adi.

Kehadiran kanal komunikasi melalui Jumhur dinilai krusial untuk menjawab keresahan pekerja terkait ketidakpastian ekonomi global dan risiko pemutusan hubungan kerja. Situasi geopolitik yang fluktuatif turut menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas sektor industri.

"Dengan masuknya Pak Jumhur, menjadi penting sebenarnya untuk men-trigger, apa saja stressing-stressing yang mesti dilakukan oleh pemerintah, terutama untuk menunjukkan keberpihakannya kepada kawan-kawan buruh, yang selama ini memang memperjuangkan nasibnya," kata Adi.

Komitmen Jumhur terhadap gerakan buruh juga terlihat dari rencananya memimpin puluhan ribu massa pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Hal ini menegaskan gaya politik personalnya yang sulit dipisahkan dari kepentingan pekerja.

"Itu kan style politiknya tidak bisa dihilangkan dari Pak Jumhur yang memang memiliki penetrasi, dan secara emosional memiliki kedekatan yang cukup luar biasa dengan kawan-kawan buruh," ucap Adi.

Ruang dialog yang terbuka melalui posisi baru ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi pihak pengusaha maupun pekerja. Keberadaan jembatan komunikasi tersebut diharapkan mempercepat pencarian solusi atas berbagai persoalan kesejahteraan.

"Kalau ruang komunikasi dan bridging-nya sudah dibangun, apalagi yang ditunggu, minimal ada win-win solution yang kemudian akan dimunculkan di kemudian hari," harap Adi.

Jumhur Hidayat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol. Dalam perombakan tersebut, Hanif Faisol mendapatkan tugas baru sebagai Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan.

Artikel terkait

Rekomendasi