Jepang Resmikan Istilah Kokushobi untuk Suhu Ekstrem 40 Derajat Celsius

Jepang Resmikan Istilah Kokushobi untuk Suhu Ekstrem 40 Derajat Celsius
Foto: Ilustrasi Jepang Resmikan Istilah Kokushobi untuk Suhu Ekstrem 40 Derajat Celsius.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) resmi memperkenalkan istilah baru bernama kokushobi untuk mengklasifikasikan hari dengan suhu maksimum mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Kebijakan ini diumumkan pada Jumat (17/4/2026) sebagai respons atas meningkatnya frekuensi gelombang panas ekstrem di negara tersebut.

Penetapan kategori baru ini bertujuan untuk memperkuat peringatan dini kepada masyarakat mengenai risiko kesehatan akibat cuaca panas yang semakin intens. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, langkah JMA ini diambil setelah melihat tren kenaikan suhu yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir di berbagai wilayah Jepang.

Otoritas cuaca berharap penggunaan nama khusus ini mempermudah warga dalam memahami tingkat bahaya cuaca. Berdasarkan laporan Bloomberg, istilah tersebut menjadi bagian dari strategi komunikasi publik untuk mendorong langkah antisipasi mandiri, khususnya saat memasuki puncak musim panas yang menyengat.

Secara harfiah, kokushobi diterjemahkan sebagai hari dengan panas yang sangat menyengat atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai cruelly hot day. Kehadiran istilah ini melengkapi hierarki klasifikasi suhu yang sudah ada sebelumnya di Negeri Sakura untuk menggambarkan kondisi cuaca harian.

Sebelum kokushobi ditetapkan, JMA telah menggunakan istilah natsubi untuk suhu di atas 25 derajat Celsius dan manatsubi bagi suhu yang menyentuh angka 30 derajat Celsius. Sementara itu, hari dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius ke atas diklasifikasikan sebagai moshobi yang berarti hari dengan panas ekstrem.

Munculnya klasifikasi 40 derajat Celsius ini mencerminkan realitas perubahan iklim yang semakin nyata di Jepang. Mengutip laporan AFP melalui Channel News Asia, penambahan kategori tersebut merupakan kebutuhan mendesak karena suhu tinggi kini tidak lagi menjadi fenomena langka di wilayah yang sebelumnya sejuk.

Proses pemilihan nama ini dilakukan melalui mekanisme keterlibatan publik yang cukup masif. JMA menyelenggarakan jajak pendapat yang melibatkan sekitar 478.000 responden untuk menentukan diksi paling tepat guna menggambarkan kondisi panas yang melampaui batas kewajaran tersebut.

Istilah kokushobi berhasil mengungguli beberapa usulan nama lain yang muncul dalam survei. Nama-nama seperti cho-mosho-bi atau super panas ekstrem, sauna day, stay-at-home day, hingga boiling day sempat menjadi pertimbangan sebelum akhirnya mayoritas publik memilih kokushobi.

Data dari Bloomberg mencatat bahwa pada tahun lalu, Jepang mengalami musim panas paling terik sejak pencatatan modern dimulai pada tahun 1989. Kondisi ini memberikan dampak luas, mulai dari aktivitas harian penduduk hingga operasional sektor pariwisata di berbagai destinasi luar ruangan seperti taman kota dan jalur pendakian.

Pemerintah setempat terus mengimbau wisatawan dan warga untuk memantau prakiraan cuaca secara rutin. Upaya perlindungan diri seperti menjaga hidrasi tubuh dan membatasi kegiatan di luar ruangan pada siang hari menjadi rekomendasi utama ketika suhu udara berada pada titik tertinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi