Hujan deras memicu ambruknya jembatan penghubung antara RW 04 dan RW 03 di Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Senin (4/5/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut disebabkan oleh aliran Sungai Cikaret yang mengikis fondasi jembatan hingga hancur total.
Dilansir dari Megapolitan, terjangan air sungai membuat struktur tanah di bawah jembatan berlubang sebelum akhirnya bangunan tersebut roboh. Beruntung, akses jalan sudah ditutup oleh warga sesaat sebelum kejadian guna menghindari timbulnya korban jiwa di lokasi tersebut.
Yani, warga setempat berusia 52 tahun, menjelaskan bahwa kenaikan volume air sungai terjadi secara cepat dan langsung berdampak pada stabilitas jembatan. Menurut pengamatannya, kondisi di bawah jembatan memang sudah mengkhawatirkan karena tanahnya mulai terkikis.
"Tiba-tiba air naik, naik, naik, naik, udah terus sampai sekarang. Saya perhatiin jembatan juga udah pada bolong bawahnya itu tanahnya," kata Yani kepada Kompas.com.
Upaya pencegahan telah dilakukan warga dengan memasang palang penutup karena melihat tembok penyangga di bagian bawah jembatan sudah dalam kondisi kosong. Yani menegaskan bahwa penutupan dilakukan secara mandiri setelah melihat beberapa orang masih sempat melintas.
"Sebelum hujan. Udah ditutup, tadi kan warga lewat-lewat aja satu orang, satu orang. Akhirnya saya tutup," jelas Yani.
Warga lainnya, Dewi, mengaku berada di dekat lokasi saat suara keras kehancuran jembatan terdengar. Ia bersama warga lain yang sedang melihat kondisi bangunan segera menjauh dari area sungai ketika jembatan itu tiba-tiba ambruk ke dasar sungai.
"Emang sering dipakai warga akses di sini. Sekarang jadi muter lewat jalan raya," kata Dewi.
Putusnya akses jalan utama warga RW 04 menuju RW 03 ini memaksa masyarakat untuk mencari rute alternatif yang lebih jauh. Warga kini harus memutar melalui Jalan Aria Surialaga untuk melakukan aktivitas mobilitas antarwilayah.
Sebelum insiden jembatan tersebut, sebuah masjid di wilayah yang sama juga dilaporkan ambruk dan terbawa arus sungai pada Minggu (3/5/2026) malam. Bangunan tempat ibadah itu hancur secara bertahap akibat pengikisan dinding pinggir sungai yang terjadi sejak pukul 18.30 WIB.
Susanti, seorang saksi mata berusia 44 tahun, menuturkan bahwa aliran sungai membesar secara bertahap hingga menghanyutkan sebagian besar bangunan masjid. Struktur bangunan mulai roboh dari area teras hingga akhirnya meruntuhkan seluruh bagian atap.
"Bentengan bawah kosong abis teras atas ambruk. Udah gitu yang kedua kalinya teras ambruk dan yang terakhir semua bangunan masjid atapnya juga termasuk bedug juga ke bawah hanyut sampai tinggal jembatan aja sekarang," ujar Susanti.
Peristiwa robohnya masjid ini tidak memakan korban jiwa lantaran para jemaah sudah tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Meskipun demikian, sejumlah inventaris masjid seperti beduk dan karpet dilaporkan hilang terbawa arus sungai yang sangat deras.