Sejumlah jemaah haji dan umrah mengunjungi Pemakaman Jannatul Baqi di sebelah timur Masjid Nabawi, Madinah, untuk melakukan ziarah pada Minggu (19/4/2026) pagi. Lokasi yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga serta ribuan sahabat Nabi Muhammad SAW ini dipadati pengunjung selepas ibadah Subuh.
Dilansir dari Detikcom, area pemakaman ini terletak sangat strategis dengan akses masuk utama melalui pintu nomor 36 Masjid Nabawi. Kompleks makam tersebut menjadi tujuan utama peziarah karena nilai sejarahnya yang tinggi, di mana terdapat sekitar 10.000 syuhada yang dimakamkan di lahan tersebut.
Kondisi fisik pemakaman ini tetap dijaga dalam kesederhanaan dengan hamparan tanah berbatu tanpa nisan mewah atau ukiran nama. Para peziarah hanya akan menemui gundukan tanah kecil dengan batas batu kali sebagai penanda setiap pusara di area tersebut.
Filosofi kesederhanaan di lokasi ini menjadi pengingat bagi para pengunjung mengenai hakikat amal ibadah sebagai penanda utama manusia di hadapan Tuhan. Kesederhanaan tersebut tetap dipertahankan meski letaknya berdampingan langsung dengan kemegahan arsitektur Masjid Nabawi.
"Cukuplah amal yang menjadi penandamu, bukan megahnya pusara." demikian pesan yang tersirat dari kondisi fisik Jannatul Baqi menurut laporan tersebut.
Tradisi ziarah ke lokasi ini telah berlangsung sejak zaman kenabian, merujuk pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang sering mendatangi Baqi pada akhir malam. Dalam catatan sejarah Islam, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus bagi para penghuni makam ini dengan memanjatkan doa secara rutin.
Berdasarkan catatan Hadist Riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW selalu menyempatkan diri mendatangi lokasi ini ketika sedang bermalam di rumah istrinya, Aisyah.
"Keselamatan atas kalian para penghuni tempat tinggal kaum mukminin, telah datang kepada kalian apa yang kalian dijanjikan, kamipun akan seperti kalian hanya saja untuk kami ditunda hingga kemudian hari, dan kami insyaa Allah sungguh akan menyusul kalian. Ya Allah berilah ampunan-Mu kepada penghuni kuburan Baqii' al-Gharqad." sabda Rasulullah Muhammad SAW.
Otoritas setempat menyarankan para jemaah untuk mengatur waktu kunjungan pada dua sesi utama, yakni setelah salat Subuh atau selepas Ashar. Jadwal tersebut ditetapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung di tengah suhu udara Madinah yang cenderung sejuk pada waktu-waktu tersebut.