Khatibul Uman Az-Zamzami, remaja berusia 18 tahun asal OKU Timur, resmi tercatat sebagai jemaah haji termuda dalam kelompok terbang (kloter) PLM-01 tahun 2026 di Asrama Haji Palembang pada Selasa (21/4/2026). Keberangkatan ini merupakan hasil penantian panjang setelah ia didaftarkan oleh orang tuanya sejak masih berusia 3,5 tahun.
Dilansir dari Detikcom, pemuda yang akrab disapa Uman ini telah melewati masa tunggu selama 14 tahun untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima. Meski baru menginjak usia dewasa, proses pendaftarannya sudah dilakukan secara konsisten sejak tahun 2012 silam.
Kamali, orang tua Uman, menjelaskan bahwa seluruh anggota keluarga dijadwalkan berangkat bersama-sama pada musim haji tahun ini. Kepastian keberangkatan ini didapat setelah mereka menunggu belasan tahun sejak pendaftaran awal di masa kecil Uman.
"Jadi waktu daftar anak saya baru 3,5 tahun. Pendaftaran di 2012, 2026 kita berangkat semua satu keluarga," ujar Kamali, Orang Tua Jemaah.
Menurut penuturan Kamali, putranya sebenarnya dijadwalkan berangkat pada tahun sebelumnya, namun terkendala oleh aturan batasan usia minimal. Hal ini membuat keberangkatan Uman harus tertunda hingga ia genap berusia 18 tahun sesuai regulasi yang berlaku.
"Aslinya kemarin harus berangkat. Cuman kemarin itu masih kurang 3 bulan (untuk) 18 tahun, maka nggak bisa untuk berangkat. Akhirnya diberangkatkan tahun ini," tambah Kamali, Orang Tua Jemaah.
Kondisi kontras terlihat pada kloter yang sama, di mana jemaah tertua tercatat telah menginjak usia 91 tahun. Menanggapi keberagaman usia jemaah ini, pihak berwenang memberikan prioritas khusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Sumsel, Arkan Nurwahiddin, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pelayanan tanpa antrean bagi kelompok rentan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan jemaah lansia dan disabilitas selama berada di asrama.
"Lansia dan disabilitas sudah kita dorong duluan, ya. Jadi tanpa ngantre lagi di asrama haji, sudah kita dorong ke kamar masing-masing," kata Arkan Nurwahiddin, Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Sumsel.
Sebanyak 443 jemaah yang tergabung dalam kloter PLM-01 dijadwalkan terbang menuju Madinah pada Rabu pagi melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Seluruh jemaah telah memasuki asrama sejak Selasa pukul 09.00 WIB untuk menjalani proses administrasi akhir.