Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah Jelang Puncak Haji

Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah Jelang Puncak Haji
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah Jelang Puncak Haji.

Seorang jemaah haji Indonesia bernama Mainusni Marukun (74) asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dilaporkan wafat di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (22/5/2026) pukul 12.30 Waktu Arab Saudi. Dilansir dari Media Indonesia, jemaah yang tergabung dalam Kloter PDG 12 tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Al Noor Makkah akibat mengalami gangguan kesehatan akut pada paru-paru dan jantung.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, almarhumah sempat mendapatkan penanganan medis intensif akibat sesak napas yang dideritanya. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, jemaah yang menginap di Tower 9C Hotel Al Hidayah ini didiagnosis mengalami acute lung edema dan acute decompensated heart failure (ADHF).

Kondisi penumpukan cairan di paru-paru tersebut memicu gangguan jantung yang membuat kesehatan almarhumah menurun drastis. Penurunan kondisi ini terjadi secara mendadak tepat setelah pelaksanaan ibadah salat Jumat, meskipun pada pagi harinya ia masih bisa berkomunikasi normal.

Pihak petugas kloter mengonfirmasi bahwa almarhumah sebelumnya sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun situasinya sempat dinilai stabil.

"Yang bersangkutan sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas, namun kondisi beliau masih stabil dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan," tulis petugas kloter.

Kondisi Mainusni sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda membaik pada Jumat pagi sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya.

"Pagi itu beliau masih bisa makan, berbicara normal, bahkan terlihat semangat untuk persiapan Armuzna," ujar petugas kloter 12.

Setelah mendapat laporan dari rekan sekamar mengenai kondisi almarhumah yang mendadak drop, tim medis kloter segera melakukan tindakan darurat termasuk rekam jantung.

"Dokter dan perawat kloter langsung memberikan tindakan medis, termasuk pemeriksaan EKG. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi," jelasnya.

Pengurusan jenazah almarhumah langsung dilakukan oleh pihak syarikah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tanpa dipungut biaya. Jenazah Mainusni disalatkan di Masjidil Haram setelah waktu salat Magrib dan dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya jemaah tersebut dan memastikan pemenuhan seluruh hak almarhumah.

"Jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya tetap akan dibadalhajikan oleh petugas," kata Rifki.

Kementerian Haji dan Umrah juga menjamin pengurusan asuransi kematian serta pengembalian barang-barang milik almarhumah kepada ahli waris di tanah air secara utuh.

"Keluarga tidak perlu khawatir terkait barang-barang almarhumah di Tanah Suci karena akan dikembalikan kepada ahli waris," ujarnya.

Hingga Minggu (24/5/2026), tercatat sudah ada lima jemaah dari Embarkasi Padang yang wafat di Arab Saudi selama masa operasional haji tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi