Calon jemaah haji asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mulai mengumpulkan koper bagasi dengan beragam penanda unik seperti boneka hingga pita pada Minggu (26/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi kepemilikan aset di tengah ribuan koper lainnya selama rangkaian ibadah di Arab Saudi.
Kementerian Agama Kabupaten Pacitan memberikan kebebasan bagi para jemaah untuk menghias koper mereka secara mandiri sebagai langkah antisipasi agar barang bawaan tidak tertukar. Inisiatif tersebut muncul secara spontan dari para jemaah yang akan segera diberangkatkan ke Tanah Suci, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Plt Kepala Kantor Kemenag Pacitan, Marjuni, memberikan konfirmasi bahwa penggunaan identitas tambahan tersebut merupakan murni ide dari jemaah. Hal ini dipandang positif untuk mempercepat distribusi barang setibanya di akomodasi tujuan.
"Tidak ada imbauan khusus, tetapi itu inisiatif jemaah untuk memudahkan mengenali koper saat di Tanah Suci," kata Marjuni, Plt Kepala Kantor Kemenag Pacitan.
Pihak berwenang memastikan bahwa pemasangan aksesoris tambahan pada koper diperbolehkan selama tidak melanggar aturan teknis. Petugas menekankan agar penanda tersebut tidak menutupi label identitas resmi yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara haji.
"Kalau sudah diberi tanda sejak dari tanah air, akan lebih mudah saat pengambilan koper di hotel masing-masing," jelas Marjuni, Plt Kepala Kantor Kemenag Pacitan.
Selain masalah identifikasi, otoritas terkait juga memberikan atensi khusus pada standarisasi beban barang bawaan. Berdasarkan regulasi penerbangan yang berlaku, setiap koper bagasi jemaah dibatasi maksimal seberat 32 kilogram.
Proses penimbangan dilakukan secara ketat sebelum seluruh koper dikirim menuju embarkasi guna memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan penerbangan internasional.
"Kalau melebihi 32 kilogram harus dikurangi. Jamaah kami edukasi untuk menyesuaikan isi koper agar tidak melampaui batas," tukas Marjuni, Plt Kepala Kantor Kemenag Pacitan.
Hingga saat ini, sebanyak 274 calon jemaah haji asal Pacitan terus mendapatkan pendampingan mengenai manajemen logistik selama perjalanan. Pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa seluruh berat koper milik jemaah masih berada dalam batas aman yang telah ditentukan.