Seorang calon jemaah haji asal Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berinisial YN (45), dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Penundaan ini terjadi akibat kendala teknis dalam proses pelunasan biaya haji meskipun jemaah merasa telah melakukan transaksi melalui layanan perbankan seluler.
Kekecewaan melanda pihak keluarga setelah menerima informasi pembatalan keberangkatan melalui pesan singkat pada Februari 2026, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Keluarga YN mempertanyakan kejelasan status tersebut karena seluruh persiapan fisik maupun perlengkapan ibadah telah rampung dilakukan.
Sri Rahayu, kakak kandung YN, menjelaskan bahwa adiknya seharusnya mendampingi ibu mereka, SN, yang masuk dalam kategori prioritas jemaah lansia tahun ini. Akibat permasalahan ini, SN memilih untuk turut menunda keberangkatannya demi bisa beribadah bersama putrinya pada tahun mendatang.
ÔÇ£Semua sudah siap. Tes kesehatan sudah, perlengkapan juga sudah. Tiba-tiba tidak jadi berangkat, alasannya juga tidak jelas. Kami hanya ingin penjelasan yang terang,ÔÇØ ujar Sri Rahayu, kakak jemaah.
Kegagalan keberangkatan ini sempat memicu isu miring terkait praktik jual beli kuota haji di wilayah tersebut. Namun, pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Mabrur Lamongan segera memberikan klarifikasi untuk membantah dugaan tersebut.
Menurut penjelasan KBIH, dana yang disetorkan YN sebagai pendamping jemaah lansia melalui mobile banking tidak tercatat sebagai setoran resmi pada sistem bank penerima. Hal ini diperparah dengan keterlambatan pelaporan bukti transfer yang melebihi batas waktu verifikasi selama tujuh hari.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, pada Kamis (30/4/2026), menegaskan bahwa persoalan ini murni disebabkan oleh kendala administrasi pelunasan dan bukan manipulasi kuota keberangkatan.
ÔÇ£Yang bersangkutan merasa sudah melunasi, padahal belum terkonfirmasi dalam sistem. Saat verifikasi, bukti pelunasan tidak ada di bank, sementara batas waktu sudah habis,ÔÇØ ungkap Abdul Ghofur, Kepala Kantor Haji dan Umrah Lamongan.
Ghofur mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk lebih proaktif dalam memastikan status pembayaran mereka pada sistem resmi bank untuk menghindari kejadian serupa. Saat ini, koper dan perlengkapan haji milik YN telah disimpan kembali sembari menunggu kepastian keberangkatan pada musim haji berikutnya.