Sebanyak 34.122 jemaah calon haji asal Jawa Tengah mulai memasuki embarkasi pada Selasa, 21 April 2026, sebagai tahap akhir persiapan pemberangkatan ke Tanah Suci. Pemerintah memastikan seluruh proses logistik dan jadwal keberangkatan tetap berjalan lancar tanpa terpengaruh kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Total kuota jemaah tersebut akan dilayani melalui 96 kelompok terbang (kloter) yang terbagi di dua lokasi berbeda. Dilansir dari Cahaya, sebanyak 81 kloter dijadwalkan melalui Embarkasi Solo, sementara 15 kloter sisanya diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng Fitriyanto menjelaskan bahwa setiap kelompok terbang akan mendapatkan pendampingan intensif dari empat orang petugas. Tim tersebut terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, serta tenaga medis dan paramedis untuk menjamin keselamatan jemaah.
Kloter pertama yang mulai masuk ke embarkasi pada Selasa ini berasal dari Kabupaten Tegal dengan jumlah 360 orang. Data dari Kanwil Kemenhaj Jateng menunjukkan keberagaman usia jemaah yang signifikan pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
"Calon haji paling muda 14 tahun dari Kabupaten Magelang, yang paling tua kelahiran 1932, (usianya, red ) 94 tahun dari Klaten," kata Fitriyanto.
Pemerintah juga mengalokasikan kuota prioritas khusus bagi jemaah lanjut usia untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan optimal. Di wilayah Jawa Tengah, tercatat sebanyak 1.712 orang jemaah masuk dalam kategori kuota prioritas lansia tersebut.
"Sampai hari ini pernyataan dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia ini tidak terpengaruh dengan geopolitik. Jadi haji tetap berjalan sesuai dengan rencana," kata Fitriyanto.
Keamanan perjalanan jemaah menuju Arab Saudi diperkuat dengan skema penerbangan langsung tanpa transit. Langkah ini diambil otoritas terkait untuk mempercepat durasi perjalanan serta menghindari wilayah-wilayah yang dianggap rawan konflik di kawasan Timur Tengah.
"Kita 'direct', dari Indonesia langsung ke Madinah atau langsung ke Jeddah. Tidak mampir-mampir di daerah Timur Tengah. Jadi, 21 April (calon haji, red.) masuk embarkasi, tanggal 22 April baru terbang (ke tanah suci)," kata Fitriyanto.