Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Tiba di Madinah

Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Tiba di Madinah
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Tiba di Madinah.

Penyelenggaraan haji Indonesia tahun 2026 resmi dimulai setelah gelombang pertama jemaah mendarat di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu, 22 April 2026. Sebanyak 360 jemaah asal Yogyakarta tiba pada pagi hari, kemudian disusul oleh rombongan dari Banten pada sore harinya sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Data kesehatan menunjukkan tantangan signifikan pada musim haji kali ini karena jemaah lanjut usia mencapai 25 persen dari total kuota. Pemerintah memberikan perhatian khusus pada kesiapan fisik guna menghadapi rangkaian ibadah di tengah kondisi kesehatan jemaah yang bervariasi.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Jeddah, Yusron B Ambary, secara langsung memantau kedatangan para jemaah dan memberikan peringatan terkait kondisi kesehatan. Yusron menitikberatkan pesannya pada kelompok lansia dan jemaah kategori risiko tinggi (risti).

"Dari pantauan saya, nampak banyak sekali jemaah yang sudah berusia lanjut. Saat ini jadi tadi saya berbicara dengan hampir seluruh jemaah yang saya temui, untuk tetap menjaga kesehatan," ujar Yusron B Ambary, Konjen RI di Jeddah.

Yusron mengingatkan bahwa masa tunggu menuju puncak ibadah haji masih cukup lama, yakni lebih dari satu bulan. Jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

"Jangan memaksakan diri untuk beribadah jika kondisi badan memang tidak fit, karena puncak ibadah haji masih panjang, masih lama, masih lebih dari 1 bulan," kata Yusron B Ambary, Konjen RI di Jeddah.

Selain faktor istirahat, Konjen RI menekankan pentingnya asupan nutrisi dan vitamin bagi para jemaah. Hal ini bertujuan agar stamina jemaah tetap terjaga hingga pelaksanaan wajib haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Kami berharap semoga para jemaah pada saat nanti puncak ibadah haji tetap berada dalam kondisi yang sehat, yang fit. Saya juga minta kepada mereka untuk jangan lupa makan, minum vitamin jika memang diperlukan sehingga kondisi badan tetap terjaga dan sehat," tambah Yusron B Ambary, Konjen RI di Jeddah.

Pemerintah Indonesia mengusung tema "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan" sebagai basis pelayanan tahun ini. Transformasi model pelayanan kesehatan dilakukan untuk merespons besarnya jumlah jemaah yang membutuhkan penanganan khusus.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa dari total 221.000 jemaah, terdapat 177.000 orang yang masuk dalam kategori risiko tinggi. Penegasan ini disampaikan saat peninjauan fasilitas kesehatan di Makkah pada Minggu, 29 Maret 2026 lalu.

"Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Artikel terkait

Rekomendasi